Rabu
21 Oktober 2026 | 12 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Antrean, Mas Bup Minta Digitalisasi Layanan Kependudukan

pdip-jatim-dhito-dispenduk-300421-1

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana mendapati banyak antrean warga saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Kediri, kemarin.

Dia tidak ingin kondisi karena sistem layanan yang masih manual seperti itu terus berlangsung. Kader PDI Perjuangan ini minta sistem layanan segera diubah digital.

“Ada salah satu bagian ruangan kalau mengurus, mengubah KK di akta masih manual. Dokumen yang jumlahnya jutaan masih di-cek oleh dua atau tiga orang. Makanya akhirnya menimbulkan kerumunan dan proses pengurusannya lama,” ungkap Dhito, Sabtu (30/4/2021).

Baca juga: Temukan Parkir Liar di Depan Kantor Dinas, Mas Bup: Tertibkan!

“Ini yang saya minta kepala dinas untuk dipercepat. Jadi, sebenarnya dalam mengecek dokumen sudah tidak lagi waktunya mengecek dengan manusia. Jumlah jutaan itu sudah harus dengan data base,” tambah Mas Bup, sapaan akrabnya.

Terkait itu, Mas Bup juga minta agar kepala dinas terkait segera melakukan pendataan besaran anggaran untuk program digitalisasi dalam pengurusan dokumen.

“Saya minta dimulai hari ini nanti diajukan besaran anggarannya. Kita mulai geser dari ke digitalisasi atau data base semua,” kata dia.

Yang dijadikan persoalan, sebut Dhito, kalau akte itu di bawah 2014, petugas mengaku kesulitan. Artinya tujuh tahun lalu dengan tumpukan dokumen banyaknya tidak bisa.

“Saya sampaikan tidak ada alasan buat pemerintah mau tahun 2011, 2010, 2002, 2001 harus tetap dilayani dengan cepat dan baik. Makanya solusinya harus mulai data diubah dari kertas menjadi dokumen disimpan di komputer,” tegasnya.

Terkait dengan calo, Mas Bup juga berharap tidak ada praktik calo di instansi yang ada di Kabupaten Kediri. Namun, dengan pengetatan diharapkan lama-lama praktik calo akan hilang.

Saat Dhito dialog dengan warga yang hendak mengurus surat-surat di Dispendukcapil Kabupaten Kediri, beberapa warga mengeluhkan lama menunggu petugas untuk mengurus berkasnya. Bahkan, warga harus datang sejak pagi.

Namun, setelah diurus petugas akhirnya diketahui berkas yang bersangkutan ternyata bermasalah. Antara berkas di KTP dengan berkas lainnya ada nama yang tidak sama, sehingga harus dibenahi terlebih dahulu. Untuk sementara, warga bersangkutan diperbarui KTP miliknya dengan data yang benar. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang inklusif ...
EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...
LEGISLATIF

Indi Naidha Prihatin Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyoroti dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah ...
KRONIK

Gus Falah Desak Kasus Penganiayaan Terhadap Kepsek Lamongan Diusut Tuntas

LAMONGAN – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil X (Lamongan-Gresik), Nasyirul Falah Amru yang akrab ...
EKSEKUTIF

Bupati Blitar Dorong Santri Percaya Diri dan Berani Tampil Lewat Lomba Pidato

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, ...