JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto minta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) memberi keleluasan bagi truk bahan bakar minyak (BBM) melintas Jalur Gumitir.
Saat ini pasca keputusan penutupan Jalur Gumitir terjadi kemacetan sepanjang jalur pantai utara (pantura) menuju arah Jember. Seiring adanya kemacetan, terjadi penumpukan kendaraan di tiap-tiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Jember.
Kepada media Jumat (25/7/2025) Candra Ary Fianto menyampaikan bila kondisi ini dibiarkan selama dua bulan, dikhawatirkan hal tersebut memicu kelangkaan BBM.
“Maka satu-satunya cara adalah memberikan kelonggaran bagi truk BBM melintas di Jalur Gumitir. Tentunya hal ini harus disetujui BBPJN,” ujarnya
Masih kata Candra, depo BBM di Banyuwangi selama ini membawahi wilayah Sekar Kijang, mulai Jember, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo. Dan jalur lalu lintas untuk Jember yang digunakan jalur lintas Gumitir.
Di Jember sendiri ada sekitar 40 SPBU. Masing-masing SPBU butuh 20 ribu hingga 30 ribu liter per hari.
Kalau terjadi keterlambatan pengiriman hal itu akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat.
“Kalau sampai telat, pasti masyarakat bingung cari BBM,” ucap Candra.
Sekadar informasi, penutupan jalur Gumitir Jember dilakukan mulai 24 Juli-24 September 2025, karena ada perbaikan jalan di kilometer 233+500 atau tikungan Mbah Singo.
Sebagian besar pengguna jalan yang biasa melintas di gumitir dialihkan melalui jalaur Besuki-Situbondo. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











