Jumat
19 Juni 2026 | 7 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cak Ji Beberkan Strategi Kota Surabaya Turunkan Kemiskinan hingga 4,65 Persen

PDIP-Jatim-Armuji-05012022

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyatakan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan di Kota Pahlawan turun menjadi 4,65 persen. Menurutnya, itu berkat gotong-royong semua pihak yang berperan dalam pengendalian warga kategori miskin di Jawa Timur.

“Kemiskinan di Surabaya bisa dikendalikan berkat gotong-royong semua pihak dalam upaya pencegahan hingga penanggulangan warga miskin,” ujar Armuji, Selasa (31/10/2023).

Data resmi BPS Kota Surabaya yang dikeluarkan pada 25 Oktober 2023, mencatat persentase penduduk miskin di Kota Surabaya sebesar 4,65 persen. Jumlah penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita dan per bulan di bawah garis kemiskinan/GK di Kota Surabaya pada Maret 2023 mencapai sekitar 136,37 ribu jiwa. Jumlah ini, berkurang sebesar 1,84 ribu jiwa dibandingkan dengan kondisi Maret 2022 sebesar 138,21 ribu jiwa.

Cak Ji, sapaan akrab Armuji, mengatakan, Kota Surabaya merupakan salah satu daerah dengan angka kemiskinan terendah di Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, hal tersebut juga berkat upaya percepatan pemulihan ekonomi yang efektif pasca-pandemi Covid-19.

“Konsentrasi dengan menekan pengangguran melalui program padat karya, pemberdayaan UMKM hingga bursa kerja bagi warga Kota Surabaya sendiri,” ujarnya

Politisi PDI Perjuangan itu juga menjelaskan, beberapa program unggulan Pemkot Surabaya dinilai bisa menekan angka kemiskinan di antaranya padat karya, program beasiswa pendidikan bagi warga tidak mampu serta program yang mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

“Kami juga semua bekerja sama untuk terus melakukan pendataan dan pengawasan bagi warga yang tidak mampu lalu diberikan intervensi kebijakan. Jadi, bukan menghapus datanya namun menghapus kemiskinan itu sendiri,” jelasnya.

Cak Ji menceritakan, salah satu hal konkret kegiatan padat karya yang telah dinikmati warga Surabaya, di antaranya, kalangan ibu-ibu pelaku UMKM dengan menjadi penyedia bantuan makanan bagi lansia, balita stunting atau kerdil hingga usaha binaan Pemkot Surabaya.

“Dari situlah merupakan cerminan bahwa APBD (anggaran pendapatan belanja daerah, red) untuk rakyat, bisa dirasakan segenap lapisan masyarakat,” pungkasnya. (dhani/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah Tegaskan PDIP Jadi Partai Penyeimbang, Tekankan Sikap Objektif dan Proporsional

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Said Abdullah menegaskan bahwa posisi ...
LEGISLATIF

Kondisi Geopolitik Timur Tengah jadi Tantangan Penyelenggaraan Haji ke Depan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah perihal tantangan ...
LEGISLATIF

Selaraskan Aturan Pusat, DPRD dan DPMD Jombang Bakal Revisi Perda Pilkades

JOMBANG – Komisi A DPRD Kabupaten Jombang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pemberdayaan ...
KRONIK

Bertemu Mensos, Bupati Ipuk Laporkan Progres Sekolah Rakyat dan Digitalisasi Perlinsos

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bertemu Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, di Kantor ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Apresiasi Raperda Pembentukan Lima Desa Baru, Soroti Kesiapan SDM dan Kemampuan Fiskal Pemkab Ponorogo

PONOROGO – Fraksi PDI Perjuangan maPAN DPRD Kabupaten Ponorogo menyatakan dukungannya terhadap pembentukan lima ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Turonggo Yakso Tampil di Korsel, Perkuat Diplomasi Budaya dan Pariwisata Trenggalek

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong promosi budaya dan ekonomi kreatif Trenggalek melalui ...