Kamis
13 Agustus 2026 | 10 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Jember: Efisiensi Anggaran Lebih Masuk Akal daripada Menambah Utang

PDIP-Jatim-Edi-Cahyo-Purnomo-04082026

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember menyatakan menolak rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengajukan pinjaman daerah senilai Rp786 miliar melalui skema Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) untuk menutup defisit APBD dan membiayai sejumlah program pembangunan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo, menilai pemerintah masih memiliki ruang melakukan efisiensi belanja sebelum memilih menambah beban utang daerah.

Menurut Edi, pemerintah daerah perlu dahulu mengevaluasi sejumlah program yang dinilai belum mendesak. Salah satunya Program Bunga Desa. Menurut dia, program tersebut memiliki fungsi serupa dengan kanal pengaduan masyarakat Wadul Gus’e.

“Program Wadul Gus’e sudah terbukti efektif menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat. Karena itu, kami mempertanyakan mengapa anggaran Program Bunga Desa tidak diefisiensikan untuk mendukung pembangunan infrastruktur,” kata Edi dalam rapat Badan Anggaran DPRD Jember di Ruang Badan Musyawarah, Senin (3/8/2026).

Ia mengusulkan, rencana pembangunan penerangan jalan umum (PJU) yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar tidak dibiayai melalui utang, melainkan dari pengalihan anggaran organisasi perangkat daerah yang dinilai masih memiliki ruang efisiensi, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika.

Edi mengingatkan, pinjaman daerah akan menjadi beban fiskal pada tahun-tahun berikutnya. Berdasarkan perhitungan sementara fraksinya, pembayaran pokok dan bunga pinjaman diperkirakan mencapai sekitar Rp280 miliar setiap tahun.

“Kami tidak ingin ruang fiskal pemerintah daerah semakin sempit akibat kewajiban membayar cicilan utang,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyoroti rencana penggunaan sebagian dana pinjaman untuk pengembangan rumah sakit daerah.

Menurut dia, pembiayaan layanan kesehatan tidak semestinya bergantung pada skema yang berpotensi mendorong peningkatan target pendapatan rumah sakit.

“Jangan sampai muncul kesan bahwa rumah sakit harus mengejar pendapatan untuk membayar pinjaman. Yang kita inginkan justru masyarakat Jember tetap sehat dan pelayanan kesehatannya semakin baik,” kata Candra.

Ia menegaskan, Fraksi PDI Perjuangan tetap mendukung peningkatan pelayanan kesehatan, termasuk pengadaan alat kesehatan dan peningkatan mutu layanan. Namun, kebutuhan anggaran tersebut, tambah dia, dapat dipenuhi melalui penataan kembali prioritas belanja daerah.

Hal senada disampaikan anggota Badan Anggaran DPRD Jember, Widarto. Menurutnya, utang seharusnya menjadi pilihan terakhir setelah seluruh potensi efisiensi anggaran dimaksimalkan.

Ia mencontohkan pemerintah daerah masih belum menyampaikan hasil rekonsiliasi anggaran Program Bunga Desa yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp90 miliar.

“Kalau anggaran itu benar tersedia dan bisa direalokasi, tentu akan membantu pembiayaan pembangunan infrastruktur tanpa harus menambah utang daerah,” kata Widarto.

Fraksi PDI Perjuangan berharap pemerintah daerah membuka secara rinci hasil efisiensi anggaran dan seluruh alternatif pembiayaan sebelum DPRD mengambil keputusan atas usulan pinjaman tersebut. (art/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Malang Minta Diskominfo Optimalkan 7 Videotron, Jangan Tambah Aset yang Bebani APBD

MALANG – DPRD Kabupaten Malang meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengoptimalkan tujuh aset ...
KABAR CABANG

Musran-Musanran Rampung, PDIP Trenggalek Konsolidasi Struktur Desa Hadapi Agenda 2027-2029

DPC PDI Perjuangan Trenggalek merampungkan Musran-Musanran di 152 desa dan mulai mengonsolidasikan pengurus baru ...
LEGISLATIF

Sidang Tahunan MPR 2026 Dimajukan ke 14 Agustus, Puan Pastikan DPR Lebih Khidmat

Sidang Tahunan MPR 2026 dimajukan menjadi Jumat, 14 Agustus karena 16 Agustus jatuh pada Minggu. Puan memastikan ...
KABAR CABANG

Bojonegoro Dilanda Kekeringan, Warga Sukosewu Terima Bantuan 10.000 Liter Air Bersih dari Abidin Fikri

BOJONEGORO – Dampak musim kemarau dan fenomena El Nino mulai meluas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Salah satu ...
KRONIK

Candra Minta TAPD Jember Buka Angka di Balik Rencana Utang Rp786 Miliar

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membuka seluruh ...
KRONIK

Sonny PDIP Ajak KTH dan UMKM Kayu Banyuwangi Jaga Hutan dari Hulu hingga Hilir

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong Kelompok Tani Hutan (KTH), pelaku industri, ...