oleh

Bupati Trenggalek jadi Wakil Presiden Asosiasi Pemda se-Asia Pasifik

pdip-jatim-bupati-dan-wabup-trenggalek
Bupati dan Wabup Trenggalek

TRENGGALEK – Dalam Kongres ke 6 Asosiasi Pemerintah Daerah (United Cities and Local Government/UCLG) Asia Pacific di Jeollabuk-Do, Korea Selatan, Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak dipercaya menjadi Wakil President (Co-President) UCLG Asia Pasific.

Bupati dari PDI Perjuangan ini akan mendampingi Gubernur Jeju Korea Selatan yang terpilih kembali sebagai Presiden UCLG Asia Pacific untuk dua tahun mendatang.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemkab Seluruh Indonesia (Apkasi) ini mengatakan, dengan terpilihnya sebagai Wakil Pesiden UCLG Asia Pasifik, dia berharap bisa memberikan manfaat bagi pembangunan daerah di Indonesia. Khususnya dalam membangun sinergi antara desa dengan kota.

”Dengan masuknya asosiasi pemkab yang notabene mewakili wilayah urban dan rural di kepemimpinan Co-Presidency UCLG ASPAC, kita bisa mendorong agenda pembangunan desa-kota yang lebih sinergis di tingkatan Asia Pasifik, bahkan dunia,” kata Emil, kemarin.

“Dan ini akan melancarkan upaya mendorong kebijakan pemerintah pusat dan stakeholder pembangunan lainnya, termasuk lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional agar fokus ke rural-urban linkage,” tambah dia.

Dalam Kongres ke 6 UCLG Asia Pacific, Emil Dardak awalnya menargetkan masuk di kursi executive bureau untuk mewakili wilayah Asia Tenggara sesuai nominasi yang diperoleh. Tadinya ada 4 kursi yang diperebutkan oleh 13 nominasi untuk executive bureau di UCLG Aspac.

Ternyata dalam pleno juga dibuka kursi yang lebih tinggi yaitu satu kursi co-president untuk mewakili Asia Tenggara.

Akhirnya Emil dan wali kota salah satu kota di wilayah metro Manila yang mewakili League of Cities Philippines (LCP) bersaing untuk menjadi co-president. Melalui kampanye dan lobi, akhirnya Emil terpilih menjadi co-president. Para peserta melihat visi Emil yang paling prospektif untuk kemajuan UCLG Aspac dan subregion Asia Tenggara.

Kongres ini sepakat memperjuangkan penerapan sustainable development goal (SDG) dengan motor pemerintahan daerah. Kemudian menempatkan dimensi budaya untuk melengkapi ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup dalam pembangunan berkelanjutan.

”Dengan hadirnya Apkasi dalam kepemimpinan, kita turut memperjuangkan the New Rural Paradigm, di mana keterkaitan kota-desa harus diperjuangkan. Salah satunya dengan pengembangan intermediary cities,” jelas Emil. (goek)