oleh

Bupati Taufiq Apresiasi Berdirinya PWI di Nganjuk

pdip-jatim-taufiq-lantik-pwi-nganjukNGANJUK – Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman mengapresiasi berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nganjuk. Dia berharap, wadah organisasi para jurnalis bisa jadi mitra pemerintah kabupaten dalam upaya membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Keberadaan organisasi pers ini, kata Taufiq, juga bisa jadi media kontrol sosial bagi semua pihak. Tentunya, harap dia, tetap dalam koridor ke arah yang lebih baik.

“Saya sangat mendukung dengan adanya PWI Nganjuk. Melalui program yang akan dijalankan, semoga bisa menjadi alat sosial kontrol masyarakat,“ kata bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk ini, kemarin.

PWI Nganjuk sendiri sudah dilantik Ketua PWI Jatim Munir, di Hotel Nirwana, Jumat (28/10/2016). Pelantikan di Hari Sumpah Pemuda itu dilakukan setelah pelaksanaan Konferensi I PWI Nganjuk.

Setelah acara konferensi dilanjutkan dengan membentuk struktur pengurus PWI Nganjuk, dan langsung dilantik Ketua PWI Jawa Timur. Terpilih sebagai Ketua Ristika Wahyu Prasetyo (wartawan Harian Bhirawa), Roni Kurniawan (wartawan Surabaya Post) sebagai Sekretaris, dan Andik Sukaca (wartawan Koran Memo) sebagai Bendahara.

“Saat pembentukan pengurus, sempat terjadi perdebatan cukup dinamis. Namun secara umum berlangsung cair, dan akhirnya seluruh peserta konferensi sepakat menggunakan sistem aklamasi,” ungkap Wahyu Endy Wijayanto, wartawan Mega Pos yang terpilih sebagai Ketua I PWI Nganjuk.

Di acara pelantikan itu, Munir berharap, wartawan di Nganjuk mampu menciptakan iklim pers yang sehat dan membangun di bawah PWI sebagai wadah organisasi kewartawanan.

Pasalnya, banyak wartawan yang bermasalah karena tidak memilki wadah berorganisasi sebagai tempat berhimpun dan meningkatkan kualitas, sehingga di lapangan sering melanggar kode etik.

“Semoga ini awal yang baik bagi iklim pers di Nganjuk,” harap wartawan senior Kantor Berita Antara ini.

Dia juga mengaku salut dengan apresiasi masyarakat Nganjuk yang sangat positif. Hal ini terbukti dengan banyaknya ucapan dan karangan bunga dari pejabat, baik eksekutif, legislatif dan kalangan swasta.

“Melihat respon publik, saya optimis PWI Nganjuk akan berkembang dan eksis,” ucap Munir.

Sementara, Ristika menjelaskan, keberadaan PWI nantinya menjadi pengontrol dan titik pantau bagi wartawan dalam bekerja. Sehingga nantinya tidak ada jurnalis abal-abal yang berkeliaran, serta tidak memiliki legalitas jelas seperti media yang harus terdaftar di Dewan Pers.

“Harapannya semua media bisa terkontrol dan menjunjung tinggi kode etik kewartawanan,” urainya. (endyk)

rekening gotong royong