MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menyambut hangat kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Produk dan Jasa Keuangan “Desa Investasi Saham” dan Pameran Hasil Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (30/9/2022).
Sosialisasi dihadiri anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Eddy Susetyo dan anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi.
Lewat acara ini, Sanusi mengharapkan agar jangkauan serta inklusi keuangan dapat juga terasa hingga tingkat desa di Kabupaten Malang. Untuk itu, pihaknya telah menggandeng berbagai pihak seperti OJK, Universitas Islam Malang, hingga TPAKD.
Sehingga nantinya setiap warga desa mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas.
Seperti menabung di bank, tarik tunai di ATM, transaksi perbankan secara online melalui internet banking, mobile banking, dan lainnya.

“Pemerintah daerah termasuk Kabupaten Malang terus berupaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait dengan program-program literasi maupun inklusi keuangan,” kata Sanusi.
Dia menyebutkan, upaya-upaya pemerataan dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat tidak dapat dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan dorongan dari stakeholders terkait.
Salah satunya melalui program Desa Investasi Saham. Di mana selain meningkatkan pemahaman literasi keuangan, juga menambah pengetahuan masyarakat desa khususnya dalam hal investasi di pasar modal.
Tujuannya, imbuh Sanusi, memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan serta tidak terjebak dalam investasi ilegal, seperti yang saat ini marak terjadi.
“Selain mendapatkan edukasi, masyarakat juga dapat terlindungi dari risiko rugi akibat kurangnya pemahaman terkait pasar modal serta memilih domain investasi yang tepat,” jelasnya.

“Terlebih, pendampingan yang dilakukan telah memanfaatkan teknologi digital, di mana akses yang dibutuhkan menjadi semakin mudah, efisien, tepat sasaran dan tepat guna,” sambung politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Abah Sanusi tersebut.
Sementara itu, Andreas Eddy Susetyo berharap dengan adanya edukasi ini bisa meningkatkan literasi keuangan.
Sebab problem yang dihadapi saat ini adalah rendahnya literasi keuangan meski inklusi keuangan sudah cukup tinggi.
Dia juga menginginkan agar di kemudian hari, produk-produk investasi yang menyejahterakan masyarakat tidak hanya dinikmati mereka yang berpengetahuan tinggi atau masyarakat menengah ke atas. Namun juga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.
“Dan kita lihat bahwa sebetulnya investasi itu harusnya dimulai semasa muda dan tadi kita senang melihat bahwa ternyata disini sudah ada petani milenial. Ini selanjutnya bagaimana mereka bisa produktif dan hasilnya juga dioptimalkan melalui investasi yang salah satunya melalui pasar modal,” kata Andreas. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










