NGAWI – Hutan Gunung Lawu di lereng utara masuk wilayah Ngawi terbakar. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono sempat cek lokasi kebakaran. Saat berada di gunung, rombongan Bupati Ony nyaris terkejar api.
Kejadian itu terjadi pada Senin 1 Oktober 2023 lalu. Bupati Ony bersama rombongan melihat langsung pembuatan sekat bakar atau ilaran di petak hutan yang terbakar. Namun, cuaca berubah drastis. Angin menghembus kencang ke arah rombongan.
Rombongan Bupati Ony berlarian tunggang langgang. Kabut asap menyapu lokasi, hingga menyebabkan kondisi gelap. Beruntung, angin segera mereda. Rombongan berhasil selamat dari mara bahaya.
“Angin kencang dan sering rubah arah menyulitkan proses pemadaman di lereng Lawu bagian utara,” kata Bupati Ony.
Proses pemadaman api di gunung Lawu dilakukan dengan membuat ilaran. Yakni sekat antara titik api dengan lahan yang masih selamat dari kobaran. Di samping itu, pemadaman secara manual juga dilakukan.

Pemadaman kebakaran di gunung Lawu lereng utara dilakukan oleh petugas dari unsur TNI/Polri, BPBD, dan unsur relawan. Belakangan diketahui, BNPB juga turun melakukan intervensi pemadaman kebakaran.
“Pembuatan ilaran sekat bakar sebagai solusi meluasnya area kebakaran,” ujar Bupati kader PDI Perjuangan tersebut.
Kebakaran hutan gunung Lawu di lereng utara bermula dari petak 38/39 RPH Manyul Jogorogo pada 29 September 2023 lalu. Hingga kini Selasa (3/10), kebakaran merambah hingga 400 hektar lahan hutan lindung dan sebagian hutan pinus.
Bupati Ony juga menetapkan status tanggap darurat kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan di gunung Lawu selama 14 (empat belas) hari, terhitung sejak Tanggal 30 September 2023 sampai Tanggal 13 Oktober 2023. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










