Rabu
20 Mei 2026 | 5 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Ngawi Soroti Dampak Geopolitik dan Perubahan Pola Tani terhadap Harga Pangan

IMG-20260506-WA0006_copy_961x662

NGAWI – Kenaikan harga kebutuhan pokok yang dirasakan masyarakat belakangan ini tak lepas dari pengaruh kondisi global. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyebut faktor geopolitik turut mendorong kenaikan harga pangan, termasuk beras dan minyak goreng.

Hal itu disampaikan Bupati Ony saat memantau distribusi bantuan pangan di Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat rentan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng per penerima, Selasa (5/5/2026).

Menurut Bupati Ony, bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran pemerintah melalui intervensi sebagai bagian dari jaring pengaman sosial untuk menjaga stabilitas harga sekaligus daya beli masyarakat.

“Ini bagian dari intervensi pemerintah terkait inflasi dan dampak geopolitik global yang memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Tujuannya agar harga pangan tetap stabil,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati Ony menilai harga pangan di Kabupaten Ngawi cenderung relatif stabil. Namun, ia menyoroti perubahan budaya bertani yang turut berdampak pada ketersediaan bahan pangan di tingkat rumah tangga petani.

Ia menjelaskan, penggunaan teknologi modern seperti combine harvester telah mengubah pola panen. Jika sebelumnya petani membawa pulang gabah untuk kebutuhan sehari-hari, kini sebagian besar hasil panen langsung dijual dalam bentuk uang tunai.

“Sekarang panen sudah menggunakan teknologi. Dulu ada tradisi ‘ngasak’ yang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar. Sekarang hampir jarang, karena semua langsung diborong,” katanya.

Perubahan tersebut, lanjut Bupati Ony, menyebabkan berkurangnya cadangan pangan di rumah tangga petani. Akibatnya, meskipun memiliki lahan, petani tetap harus membeli beras di pasar dengan harga mengikuti mekanisme pasar.

“Petani punya lahan, tapi tidak punya cadangan pangan di rumah. Ketika harus membeli, harganya sudah mengikuti pasar,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Ngawi menyiapkan sejumlah langkah, salah satunya melalui penguatan Rice Milling Unit (RMU) di tingkat kecamatan guna menjaga ketahanan pangan lokal.

Namun, Bupati Ony mengakui implementasi program tersebut masih membutuhkan proses agar dapat berjalan optimal.

“Kita patut bersyukur dengan adanya intervensi pemerintah melalui bantuan pangan. Harapannya bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini,” pungkasnya. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pemerintah dan Swasta di Ngawi Wajib Sediakan Kuota Kerja untuk Penyandang Disabilitas

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi dan perusahaan swasta di wilayah setempat kini diwajibkan untuk memberikan ...
HEADLINE

Deni Wicaksono: Seluruh PAC PDI Perjuangan Wajib Miliki Media Sosial

Seluruh PAC PDIP wajib memiliki media sosial untuk memperkuat komunikasi politik menuju Pemilu 2029. PACITAN — ...
KABAR CABANG

Gemulai Penari Sekar Klayar Sambut Pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Pacitan

Tari Sekar Klayar tampil memukau dalam pelantikan PAC PDIP se-Kabupaten Pacitan dan menjadi simbol pelestarian ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan DPR Dukung Program Pemerintah Selama untuk Kesejahteraan Rakyat

Puan Maharani menegaskan DPR RI mendukung program pemerintah selama bertujuan untuk kesejahteraan rakyat dalam ...
SUARA MUDA

Politik, Seminar Motivasi, dan Kegelisahan Anak-anak Muda Bondowoso tentang Sampah Desa

Anak muda Bondowoso mulai bergerak lewat politik dan edukasi sosial untuk membangkitkan semangat generasi muda ...
LEGISLATIF

Baktiono Nilai Aspirasi PKL Kali Kepiting Masih Bisa Diakomodasi Melalui Penataan

Baktiono menilai aspirasi PKL Kali Kepiting masih bisa diakomodasi Pemkot Surabaya melalui penataan yang tepat. ...