Minggu
21 Juni 2026 | 3 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Ngawi Soroti Dampak Geopolitik dan Perubahan Pola Tani terhadap Harga Pangan

IMG-20260506-WA0006_copy_961x662

NGAWI – Kenaikan harga kebutuhan pokok yang dirasakan masyarakat belakangan ini tak lepas dari pengaruh kondisi global. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyebut faktor geopolitik turut mendorong kenaikan harga pangan, termasuk beras dan minyak goreng.

Hal itu disampaikan Bupati Ony saat memantau distribusi bantuan pangan di Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat rentan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng per penerima, Selasa (5/5/2026).

Menurut Bupati Ony, bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran pemerintah melalui intervensi sebagai bagian dari jaring pengaman sosial untuk menjaga stabilitas harga sekaligus daya beli masyarakat.

“Ini bagian dari intervensi pemerintah terkait inflasi dan dampak geopolitik global yang memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Tujuannya agar harga pangan tetap stabil,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati Ony menilai harga pangan di Kabupaten Ngawi cenderung relatif stabil. Namun, ia menyoroti perubahan budaya bertani yang turut berdampak pada ketersediaan bahan pangan di tingkat rumah tangga petani.

Ia menjelaskan, penggunaan teknologi modern seperti combine harvester telah mengubah pola panen. Jika sebelumnya petani membawa pulang gabah untuk kebutuhan sehari-hari, kini sebagian besar hasil panen langsung dijual dalam bentuk uang tunai.

“Sekarang panen sudah menggunakan teknologi. Dulu ada tradisi ‘ngasak’ yang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar. Sekarang hampir jarang, karena semua langsung diborong,” katanya.

Perubahan tersebut, lanjut Bupati Ony, menyebabkan berkurangnya cadangan pangan di rumah tangga petani. Akibatnya, meskipun memiliki lahan, petani tetap harus membeli beras di pasar dengan harga mengikuti mekanisme pasar.

“Petani punya lahan, tapi tidak punya cadangan pangan di rumah. Ketika harus membeli, harganya sudah mengikuti pasar,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Ngawi menyiapkan sejumlah langkah, salah satunya melalui penguatan Rice Milling Unit (RMU) di tingkat kecamatan guna menjaga ketahanan pangan lokal.

Namun, Bupati Ony mengakui implementasi program tersebut masih membutuhkan proses agar dapat berjalan optimal.

“Kita patut bersyukur dengan adanya intervensi pemerintah melalui bantuan pangan. Harapannya bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini,” pungkasnya. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

18 PAC Se-Sidoarjo Serempak Doa Bersama Peringati Haul ke-56 Bung Karno, Libatkan Kiai Kampung Hingga Santunan Anak Yatim

SIDOARJO – Memperingati lima puluh enam tahun wafatnya Sukarno, Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, ...
KABAR CABANG

Sebanyak 480 Kader PDI Perjuangan Tulungagung Ziarah di Makam Bung Karno

TULUNGAGUNG – Ratusan kader PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung melaksanakan ziarah di makam Bung Karno usai ...
LEGISLATIF

Bertemu Warga Ngawi, Kanang “Banjir” Keluhan Kondisi Perekonomian

NGAWI – Beragam keresahan masyarakat Kabupaten Ngawi disampaikan langsung kepada Anggota DPR RI Fraksi PDI ...
KABAR CABANG

Serunya Turnamen Tenis Meja “Soekarno Cup I” di Bojonegoro

BOJONEGORO – Memperingati Bulan Bung Karno 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jember Pastikan Kepengurusan hingga Anak Ranting Aktif dan Penuhi Syarat Pemilu

DPC PDI Perjuangan Jember memastikan kepengurusan hingga tingkat anak ranting aktif dan telah memenuhi syarat ...
KABAR CABANG

Bumikan Pemikiran Bung Karno, PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Konco Lidasi

BANYUWANGI – Pada momentum Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi menggelar diskusi bersama anak muda (Gen ...