BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mencanangkan program beasiswa satu desa satu sarjana di tahun 2026 mendatang. Porgram beasiswa itu akan menyasar siswa berprestasi prasejahtera di setiap desa.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan bahwa program tersebut untuk memberikan pemerataan pendidikan di tingkat desa. Selain itu, program itu sebagai bentuk dukungan Pemkab Bangkalan terhadap pendidikan siswa berprestasi dari kalangan kurang mampu.
“Kami akan menyisir siswa berprestasi kurang mampu yang ada di tiap desa untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Lukman, pada Jumat, (26/12/2025).
Meski begitu, Lukman mengaku program beasiswa itu hingga kini masih dalam penggodokan. Hanya saja, tambah dia, Pemkab Bangkalan telah menyiapkan anggaran untuk program beasiswa tersebut.
“Kami masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar nantinya program ini betul-betul tepat sasaran,” jelas Lukman.
Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan ini juga menekankan, program beasiswa satu desa satu sarjana harus betul-betul dimanfaatkan bagi siswa dari kalangan prasejahtera.
“Harus betul-betul siswa kurang mampu. Jadi, nanti dari desa akan mengecek langsung ke rumah calon penerimanya,” terangnya.
Pada tahap awal, beasiswa itu rencananya akan menyasar 189 desa dari total 281 desa yang ada di Bangkalan. Sedangkan anggaran yang disediakan sebesar Rp 650 juta.
“Kita bertahap dulu sesuai dengan kemampuan anggaran daerah yang kita miliki,” ujar Lukman.
Rencananya, program satu desa satu sarjana ini akan bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, baik yang ada di Bangkalan maupun di luar Bangkalan.
“Tentu yang utama kami gandeng UTM ya. Selain itu, nanti bisa disusul dengan universitas lainnya, seperti Unesa, Unair dan lainnya,” tandas Lukman. (set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













