Kamis
18 Juni 2026 | 2 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Gresik Launching UHC, Warga Berobat Cukup Bawa E-KTP

pdip-jatim-eksekutif-041022-gresik-2

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani me-launching sistem penjaminan kesehatan secara menyeluruh atau Universal Health Coverage (UHC), di halaman belakang kantor pemkab, Selasa (4/10/2022).

UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan secara menyeluruh untuk warga Gresik yang belum memiliki Kartu BPJS Kesehatan. Masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan cukup membawa E-KTP atau KK.

Pelayanan kesehatan tersebut bisa terlayani di 32 puskesmas, 51 klinik, dan 10 dokter praktik mandiri sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Sedangkan untuk fasilitas kesehatan tingkat rujukan, sudah disiapkan 2 rumah sakit pemerintah dan 17 rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Gresik.

UHC tercapai Oktober 2022 ini mencakup 1.266.334 jiwa atau setara 98,56 % dari jumlah populasi penduduk Gresik saat ini.

Bupati Fandi Akhmad Yani menjelaskan, tercapainya UHC sebagai perwujudan program Nawa Karsa, yakni Gresik Sehati. UHC bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Gresik dengan mudah dan cepat.

Sebagai suatu program yang baru, lanjut Gus Yani, sangat diperlukan rasa optimis untuk menghadapi kendala-kendala yang mungkin nantinya akan muncul.

“Tapi kita harus yakin dan optimis, apa yang menjadi persoalan kita urai bersama-sama. Kita tahu, saat ini masih mencakup 98,56 % masih ada 1,4 % masyarakat Gresik yang belum tercover,” kata Gus Yani.

“Nanti kita selesaikan pelan-pelan, yang penting kita mulai pelayanan kesehatan dengan mudah di tahun ini,” imbuhnya.

Bupati yang diusung PDI Perjuangan menegaskan, bahwa UHC ini pada prinsipnya adalah, membantu orang yang terdaftar dalam BPJS. Oleh karenanya akan dilakukan mitigasi. Untuk mereka yang mampu, tetap membayar. Dan mereka yang kurang beruntung ekonominya akan ditanggung pemerintah.

“Oleh karenanya saya minta kepada seluruh kepala desa, sampaikan kepada seluruh masyarakat Gresik hingga ke pelosok, yang membutuhkan pelayanan kesehatan bisa menggunakan E-KTP atau KK,” katanya.

“Jangan sampai masyarakat di Kabupaten Gresik tidak mendapatkan pelayanan karena kurang beruntung ekonominya,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala BPJS Kabupaten Gresik, Tutus Novita Dewi menjelaskan, UHC merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Selanjutnya kami mengharapkan Pemkab Gresik dapat menjadi penggerak untuk meningkatkan dukungan terhadap keberlangsungan program JKN. Dari cakupan 98,56 persen, Pemda Gresik mengcover sekitar 30 persen. Ini cukup luar biasa kontribusi dari Pemda,” ujar Tutus. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Semua Pihak Menahan Diri Terkait Polemik Batalyon TP di Silo

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto meminta seluruh pihak menahan diri terkait polemik pembangunan Batalyon Teritorial ...
LEGISLATIF

Empat Masalah Serius Sektor Pertanian Kabupaten Pasuruan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti empat persoalan utama yang dinilai ...
KABAR CABANG

PAC Ngariboyo Magetan Salurkan Bantuan untuk Warga Lansia

MAGETAN – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ngariboyo menggelar ...
KRONIK

Novita Hardini Siapkan Jalan bagi Talenta Muda Lewat UPRINTIS Futsal League 2026

Anggota DPR RI Novita Hardini menggelar UPRINTIS Futsal League 2026 sebagai wadah pembinaan talenta muda ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Malang Gelorakan Semangat Gotong Royong Lewat Beragam Aksi Nyata di Bulan Bung Karno 2026

DPC PDI Perjuangan Kota Malang menggelar rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno 2026 mulai dari bakti sosial, bazar ...
KRONIK

PDI Perjuangan Ingatkan 169 Juta Kelas Menengah Terancam Ambruk Imbas Pertamax Naik

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Industri, Perdagangan, dan Tenaga Kerja, Darmadi Durianto, ...