Selasa
15 September 2026 | 5 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Gresik Ajak Pengusaha Bangun Stan Pedagang Terdampak Pelebaran Jalan Nasional

pdip-jatim-eksekutif-020822-gresik

GRESIK – Proyek pelebaran jalan raya Manyar, Kabupaten Gresik, terus menjadi atensi. Selain menjadi prioritas, pemerintah juga memikirkan dampak proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Salah satunya, relokasi pedagang yang terdampak pelebaran jalan nasional. Pemerintah pun mengajak pengusaha di wilayah setempat untuk bersama-sama memikirkan hal itu.

Rencananya, pelebaran ruas jalan nasional ini akan dilakukan sepanjang 3,7 kilometer dengan median jalan 3 meter. Diperkirakan proyek tersebut akan menelan anggaran sebesar Rp 15 miliar dari APBN.

Sedangkan, pemerintah daerah mempunyai kewenangan pengadaan lahan. Termasuk tempat relokasi para pedagang yang terdampak.

“Sampai saat ini pemerintah daerah terus mengupayakan pembangunan stan pujasera sebagai tempat relokasi para pedagang terdampak,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Selasa (2/8/2022).

Oleh sebab itu, lanjut Gus Yani, pemerintah mengajak perusahaan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lingkungan Hidup Perusahaan-perusahaan di Sekitar Kecamatan Manyar (Formula Pertama).

“Kami mengajak perusahaan diwilayah Manyar melalui dana CSR bersama-sama membangun pujasera untuk pedagang terdampak,” imbuh bupati yang diusung PDI Perjuangan tersebut.

Gus Yani mengatakan, pembangunan stan relokasi ini selain untuk masyarakat sekitar, juga kepada perusahaan. Oleh karena itu, penyelesaian stan pujasera harus diselesaikan bersama-sama.

Pihaknya ingin komitmen perusahaan dalam pembangunan stan relokasi. Apakah akan diteruskan sesuai rencana awal dengan keterlibatan bersama atau murni dibangun pemerintah daerah melalui dana APBD.

“Pembangunan stan relokasi ditargetkan berdiri tahun ini karena BBPJN menjadwalkan pelelangan pelebaran jalan raya Manyar paling lambat pada bulan November dan pengerjaannya dimulai di bulan Januari 2023,” urainya.

Hasilnya, perwakilan pengusaha yang hadir menyatakan sepakat untuk menjalankan pembangunan sesuai rencana awal. Yakni dengan keterlibatan bersama.

Sekadar diketahui, stan pujasera nantinya dibangun dengan kapasitas 56 stan, dilengkapi dengan sarana penunjang seperti taman dan fasilitas umum yang memadai dengan lahan parkir luas, musala, serta arena permainan dan dianggarkan membutuhkan dana sebesar Rp 2,5 miliar. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...
KRONIK

Amin Thohari Kembali Salurkan Air Bersih, Kini 2 Desa di Kedungadem

BOJONEGORO– Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, Amin Thohari, kembali menyalurkan bantuan air ...
LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...