Minggu
01 November 2026 | 4 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Gresik Ajak Pengusaha Bangun Stan Pedagang Terdampak Pelebaran Jalan Nasional

pdip-jatim-eksekutif-020822-gresik

GRESIK – Proyek pelebaran jalan raya Manyar, Kabupaten Gresik, terus menjadi atensi. Selain menjadi prioritas, pemerintah juga memikirkan dampak proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Salah satunya, relokasi pedagang yang terdampak pelebaran jalan nasional. Pemerintah pun mengajak pengusaha di wilayah setempat untuk bersama-sama memikirkan hal itu.

Rencananya, pelebaran ruas jalan nasional ini akan dilakukan sepanjang 3,7 kilometer dengan median jalan 3 meter. Diperkirakan proyek tersebut akan menelan anggaran sebesar Rp 15 miliar dari APBN.

Sedangkan, pemerintah daerah mempunyai kewenangan pengadaan lahan. Termasuk tempat relokasi para pedagang yang terdampak.

“Sampai saat ini pemerintah daerah terus mengupayakan pembangunan stan pujasera sebagai tempat relokasi para pedagang terdampak,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Selasa (2/8/2022).

Oleh sebab itu, lanjut Gus Yani, pemerintah mengajak perusahaan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lingkungan Hidup Perusahaan-perusahaan di Sekitar Kecamatan Manyar (Formula Pertama).

“Kami mengajak perusahaan diwilayah Manyar melalui dana CSR bersama-sama membangun pujasera untuk pedagang terdampak,” imbuh bupati yang diusung PDI Perjuangan tersebut.

Gus Yani mengatakan, pembangunan stan relokasi ini selain untuk masyarakat sekitar, juga kepada perusahaan. Oleh karena itu, penyelesaian stan pujasera harus diselesaikan bersama-sama.

Pihaknya ingin komitmen perusahaan dalam pembangunan stan relokasi. Apakah akan diteruskan sesuai rencana awal dengan keterlibatan bersama atau murni dibangun pemerintah daerah melalui dana APBD.

“Pembangunan stan relokasi ditargetkan berdiri tahun ini karena BBPJN menjadwalkan pelelangan pelebaran jalan raya Manyar paling lambat pada bulan November dan pengerjaannya dimulai di bulan Januari 2023,” urainya.

Hasilnya, perwakilan pengusaha yang hadir menyatakan sepakat untuk menjalankan pembangunan sesuai rencana awal. Yakni dengan keterlibatan bersama.

Sekadar diketahui, stan pujasera nantinya dibangun dengan kapasitas 56 stan, dilengkapi dengan sarana penunjang seperti taman dan fasilitas umum yang memadai dengan lahan parkir luas, musala, serta arena permainan dan dianggarkan membutuhkan dana sebesar Rp 2,5 miliar. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...