oleh

Bupati Gresik Ajak Pengelola Wisata Patuhi PPKM Darurat

-Eksekutif-48 kali dibaca

GRESIK – Pandemi Covid-19 semakin mengganas, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik mengambil kebijakan. Salah satunya, menutup sementara seluruh wisata di Kota Pudak.

Keputusan tersebut hasil kesepakatan bersama antara forkopimda dan pengelola wisata. Kebijakan ini untuk mendukung PPKM darurat Jawa Bali mulai 3 sampai 20 Juli 2021.

“Pemerintah mengajak semua pengelola wisata di gresik bersama-sama mendukung keputusan pemerintah pusat untuk memperketat PPKM darurat ini,” kata Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, Jumat (2/7/2021).

Gus Yani menyebut, penutupan tidak hanya pada sektor wisata. Tapi, tempat umum seperti alun-alun. Hal ini untuk mencegah bertambahkan penyebaran Covid-19. 

“Tren kasus Covid-19 di Jawa-Bali terus naik, hampir semua rumah sakit sudah mulai penuh,” imbuh Gus Yani yang pada pilkada lalu diusung PDI Perjuangan.

Karena itu, pihaknya telah melakukan penambahan 200 tempat tidur (TT) di rumah sakit. Bahkan, banyaknya korban covid-19 yang meningga, pemerintah telah mencari lahan sebagai tempat pemakaman.

Terkait keputusan tersebut, pengelola wisata Selo Tirto Giri (Setigi) Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Purwadi, mengaku mendukung kebijakan tersebut.

Meski, wisata yang dikelolanya harus kahilangan pendapatan cukup besar. Betapa tidak, pendapatan 2020 lalu, pemasukannya mencapat Rp 5 miliar lebih.

“Semester pertama tahun 2021 ini kami mendapat Rp 2 miliar. Kami sepakat PPKM darurat ini wisata ditutup sementara sambil melihat kondisi kedepan,” katanya.

Senada juga disampaikan pengelola wisata Gosari, Dawam, bahwa pihaknya sangat mendukung kebijakan PPKM darurat ini. Apalagi, akses masuk ke wisata lewat perkampungan.

“Pendapatan yang hilang sekitar Rp 150 jutaan. Selama ditutup sementara ini, kami fokus pembenahan fasilitas wisata,” pungkasnya. (mus/hs)