Selasa
03 November 2026 | 11 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Anas Harap Ada Gerakan Tengok Kanan Tengok Kiri

pdip-jatim-anas-ziarah-kebangsaan

BANYUWANGI – Pembangunan ekonomi inklusif menjadi fokus Pemkab Banyuwangi dalam merencanakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019.

Itu artinya harus terjadi pemerataan pembangunan yang bisa dirasakan masyarakat hingga mereka mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan perekonomian masing-masing dengan akses dan infrastruktur yang lebih mendukung.

Anas mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memeratakan pertumbuhan ekonomi yang adil, yang bisa dinikmati seluruh penduduk disertai upaya untuk menekan kesenjangan dan peningkatan distribusi pendapatan antar kelompok masyarakat dan antar wilayah.

Untuk itu disiapkan 3 langkah pengembangan ekonomi inklusif, seperti stimulasi penambahan peluang dan perluasan skala ekonomi masyarakat, termasuk didukung pelayanan yang baik di desa-desa dengan program Smart Kampung.

Kedua memperluas kesempatan masyarakat berpartisipasi dan bergotong royong dalam setiap aktivitas pembangunan.

Terakhir, mengentaskan masyarakat miskin, memenuhi hak dasar mereka dan menjaga daya beli masyarakat dengan membangun jaringan penguat yang melibatkan lintasan instansi dan masyarakat.

“Untuk itu kami berharap peran aktif semua pihak, ada gerakan tengok kanan tengok kiri, bila menemukan tetangga kita ada yang membutuhkan bantuan silakan langsung lapor ke pegawai negeri, kepala desa atau camat yang bisa dihubungi,” kata Anas, kemarin.

Sementara itu pengukuran kinerja pada pengentasan kemiskinan akan merujuk pada angka kemiskinan yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi.

Target penurunan angka kemiskinan Banyuwangi tahun depan belum ditentukan menunggu hasil capaian kinerja tahun ini.

Tahun 2017 mereka mengeluarkan angka kemiskinan Banyuwangi yang sebesar 8,64 persen atau sejumlah 138.540 jiwa. Ditargetkan hingga akhir tahun 2018, angka berhasil diturunkan menjadi 8,45 persen atau sebanyak 135.500 jiwa.

Selain angka kemiskinan, penilaian kinerja Pemkab Banyuwangi juga dilihat pada indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan.

Indeks kedalaman kemiskinan ditargetkan turun dari 1.15 pada tahun lalu menjadi 1.12 akhir tahun 2018. Sedangkan indeks keparahan kemiskinan menjadi 0,23 dari tahun lalu di 0,24.

Anas juga mengatakan, pihaknya berharap Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus meningkat, terutama dari pajak hotel, restoran, cafe, rumah makan dan usaha-usaha lain seiring terus tumbuhnya jumlah wisatawan per tahun.

Dengan PAD yang meningkat, akan lebih banyak lagi pembangunan infrastruktur ke pelosok-pelosok untuk mendukung pemerataan ekonomi masyarakat.

“Dengan dukungan infrastruktur dan teknologi informasi hingga pelosok desa diharapkan dapat membantu upaya penambahan peluang ekonomi dan perluasan skala pengembangan ekonomi masyarakat,” katanya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...