Selasa
20 Oktober 2026 | 12 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Buntut Guyon “Tampang Boyolali”, TKN: Prabowo Kurang Paham Kultur Timur

pdip-jatim-hasto-sekjen-parpol-diwawancara

JAKARTA – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai Prabowo kurang memahami budaya timur.

Hal ini dia sampaikan merespons candaan “tampang Boyolali” yang dilontarkan Prabowo beberapa waktu lalu. Menurut Hasto, apa yang disampaikan Prabowo hanya pas dalam budaya barat.

“Mungkin karena Pak Prabowo lama hidup di luar negeri sehingga tidak memahami tepo sliro dalam budaya Jawa atau kurang paham budaya Indonesia karena masa kecilnya dibesarkan di negara barat,” kata Hasto, Selasa (6/11/2018).

Hasto mengatakan, candaan ” tampang Boyolali” yang berbuntut polemik seharusnya bisa jadi pelajaran bagi Prabowo.

Dia menyebutkan, komunikasi politik yang baik dan pemahaman terhadap budaya sendiri sangat penting dalam berpolitik. Khususnya dalam kontestasi politik seperti pemilu.

Hasto mengatakan seorang calon presiden harus menggelorakan martabat rakyatnya. Bukan malah bersikap seolah merendahkan rakyat.

“Sehingga meskipun secara lahir nampak biasa, namun punya kebanggaan sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.

Sikap Prabowo juga dinilai kemunduran dalam demokrasi. (Baca juga: TKN: Pemimpin Itu Menebar Pesan Kebaikan, Bukan Sebaliknya)

Hasto mengatakan status apapun baik dari segi suku hingga profesi, tidak perlu dibedakan. Bahkan, tukang sapu adalah orang yang bermartabat selama dia percaya diri.

Hal yang sama berlaku bagi warga Boyolali dan warga dari daerah lainnya. “Hal ini lah yang seharusnya dilihat Pak Prabowo. Sayangnya Beliau kurang memahami kultur timur seperti ini,” ucap Sekjen PDI Perjuangan tersebut.

Sebelumnya, sejumlah warga Boyolali menggelar aksi protes warga Boyolali terhadap pidato Prabowo. Aksi tersebut berlangsung di Balai Sidang Mahesa Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (4/11/2018).

Demo dilakukan warga Boyolali atas pernyataan Prabowo soal ‘tampang Boyolali’ yang dikaitkan dengan tidak bisa pergi ke hotel mewah.

Terkait itu, Bupati Boyolali Seno Samodro dilaporkan ke Bareskrim Polri dan Bawaslu karena dianggap memaki Prabowo sebagai buntut dari ‘tampang Boyolali’. Hasto menilai gugatan tersebut terlalu berlebihan.

“Gugatan yang ditujukan kepada Bupati Boyolali yang dilakukan oleh pendukung Prabowo berlebihan. Dari kasus tersebut, sebaiknya kita mengambil pelajaran tentang pentingnya tata krama politik dan perlunya bagi pemimpin politik untuk memahami kultur budaya bangsanya sendiri,” ujarnya.

Soal Seno yang ikut berdemo dan memberi pidato, menurut Hasto, itu adalah hal yang wajar. Demo tersebut juga dinilai sebagai bentuk peringatan kepada Prabowo agar tak sembarang berbicara.

“Apa yang dilakukan oleh Pak Seno masih wajar. Beliau mengawal rakyatnya. Dengan demikian, demonstrasi berlangsung tertib dan damai. Apa yang dilakukan sebagai bagian pendidikan politik untuk disampaikan ke Pak Prabowo agar berhati-hati dalam berbicara dan jangan eksploitir kemiskinan rakyat hanya untuk tujuan kekuasaan politik,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Amithya Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Komunitas Urban di Kota Malang

MALANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penerapan ekonomi hijau ...
KRONIK

Gandeng Kementerian Kehutanan, Sonny Edukasi Warga Cegah Kebakaran Hutan

SITUBONDO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong keterlibatan masyarakat sekitar kawasan ...
KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Kalianget Gelar Lomba Layangan Tenong, Hadiah Mobil dan Paket Umrah

SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar lomba ...
LEGISLATIF

RAPBD Jember Rp 5,5 Triliun Belum Dibahas, Widarto Soroti Ketidaksiapan Pemkab

JEMBER – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Jember 2027 belum dimulai ...
KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...