Minggu
06 September 2026 | 4 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bumi Pradah Festival 2025, Erma Susanti Tegaskan Lodoyo Mercusuar Kebudayaan Blitar

pdip jatim 251208 bumi pradah festival 1

BLITAR – Alun-alun Lodoyo kembali menegaskan dirinya sebagai panggung kebesaran seni tradisi Jawa Timur saat Bumi Pradah Festival 2025 digelar dengan kemegahan pada Sabtu (6/12/2025) malam.

Festival yang diinisiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur bekerja sama dengan DPRD Jatim ini menghadirkan gelaran seni-budaya berskala besar yang memadukan kemurnian tradisi dengan tata artistik modern.

Hadir pada kesempatan itu, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Erma Susanti. Dia secara khusus memberikan apresiasi tinggi sekaligus menegaskan pentingnya Lodoyo sebagai salah satu sentra kebudayaan paling vital di Kabupaten Blitar.

“Blitar memiliki tiga mahakarya budaya yang tak ternilai: dua warisan budaya tak benda, Jaranan Trail dan Jaranan Jur Ngasinan serta satu warisan budaya benda, yakni Gong Kyai Pradah,” kata Erma dalam keterangannya, Minggu ( 7/12/2025).

“Pengakuan pemerintah bukan akhir, tetapi titik awal untuk memperkuat pelestarian melalui ruang pertunjukan yang hidup dan berkesinambungan,” sambung dia.

Erma menambahkan, festival seperti Bumi Pradah merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam merawat tradisi.

Selain menjadi sarana edukasi budaya, pergelaran ini juga berfungsi sebagai pengungkit ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku UMKM yang tersebar di seputar Lodoyo.

“Seni dan budaya bukan hanya warisan, tetapi kekuatan yang menggerakkan. Lodoyo memiliki nilai historis, spiritual, dan artistik yang menjadikannya layak didorong sebagai mercusuar kebudayaan Blitar,” ujar Anggota Komisi B DPRD Jatim tersebut.

Untuk diketahui, pada festival itu menampilkan berbagai kesenian tradisional maupun modern. Di antaranya Abipraya (Java Music Band), Sajiwo Jati (Rampak Kendang), Mayang Sagoro (kesenian jaranan), Pencak Silat Kids – M. Hafiz, dan Kinar Patria (tari tradisional).

Selain itu, festival juga diramaikan dengan bazar UMKM yang menampilkan produk lokal.

Antusiasme masyarakat tampak tinggi. Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo untuk menyaksikan pertunjukan yang berlangsung hingga malam hari.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat citra Lodoyo sebagai ruang ekspresi budaya dan kreativitas masyarakat Blitar. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...
KRONIK

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Widarto Pesimistis APBD Jember 2026 Terserap Optimal

JEMBER – Tambahan ruang fiskal Kabupaten Jember mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, waktu untuk membelanjakannya ...
KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...