SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong generasi muda untuk menjadikan literasi sebagai bagian penting dalam membangun pengetahuan, kreativitas, dan karakter.
“Budaya literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, serta menyampaikan gagasan secara baik dan bertanggung jawab,” ujar Fauzi.
Menurut Fauzi, literasi sangat penting bagi generasi muda. Literasi tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan bijak dalam menghadapi perkembangan zaman.
Karena itu, Fauzi mendorong Pekan Literasi SMAN 1 Sumenep terus dikembangkan agar membaca, menulis, berdiskusi, dan berkarya menjadi budaya di kalangan pelajar.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu menegaskan, masa depan Kabupaten Sumenep bergantung pada kualitas dan kemampuan generasi mudanya.
“Para pelajar harus memanfaatkan kemajuan teknologi untuk belajar dan berkarya, agar menjadi generasi yang cerdas dalam menerima informasi, tidak mudah percaya begitu saja, dan mampu menggunakan media digital untuk hal-hal yang produktif,” tuturnya.
Ia berharap, pekan literasi SMAN 1 Sumenep mampu melahirkan semangat baru bagi para siswa untuk terus membaca, menulis dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Menurutnya, generasi muda yang memiliki budaya literasi lebih siap menghadapi tantangan masa depan, sekaligus menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Sumenep yang semakin maju.
“Para pelajar hendaknya gemar membaca, berani menulis, kritis dalam berpikir dan kreatif dalam berkarya, demi membangun Kabupaten Sumenep semakin maju,” tandasnya. (hzm/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













