PONOROGO – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, meminta kepada sejumlah perusahaan agar bisa menerima pencari kerja yang melamar di masing-masing perusahaan.
Hal itu disampaikan Sugiri pembukaan Job Fair yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Ponorogo bekerja sama dengan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo di Graha Watoe Dhakon, Rabu (5/11/2025).
Menurut Sugiri, penerima kerja (perusahaan) tidak memandang dari nilai ijazah saja, namun juga mengutamakan potensi, skill, hingga mental para pencari kerja.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang telah mengikuti Job Fair ini. Saya imbau kepada perusahaan jangan hanya lihat kompetensi berdasarkan angka-angka kertas, tapi dalamilah potensinya, jiwanya, raganya, dipandang dari sudut pandang yang berbeda,” ujar Sugiri.
“Pencari kerja itu serius mau kerja, janganlah ditolak. Yakinlah yang bekerja itu enggak hanya raganya, tapi jiwanya ingin bekerja,” lanjut politisi PDI Perjuangan itu.
Kang Giri, sapaan akrab Sugiri, juga menjelaskan, pencari dan penerima kerja adalah pihak sama-sama saling membutuhkan. Job fair ini, tambah dia, merupakan bentuk gotong royong pentahelix antara pemerintah, akademisi, perusahaan, masyarakat dan media.
Dia bahkan mengibaratkan pentahelix tersebut layaknya “Jabal Rahmah” atau “Bukit Kasih Sayang”.
“Ini ibaratnya mempertemukan Adam dan Hawa di Jabal Rahmah. Yaitu pencari kerja dan yang membutuhkan tenaga kerja bertemu di Jabal Rahmah, atau Jabal Kasih Sayang. Artinya, jangan dipahami mencari kerja dan mendapatkan kerja, tetapi ada jiwa dan doa yang harus kita pikir bersama-sama,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Ponorogo, Suko Kartono, mengungkapkan Job Fair ini digelar pada 5-6 November 2025. Ada 43 perusahaan yang mengikuti Job Fair ini dengan jumlah lowongan pekerjaan sebanyak 5.619. Antusiasme pencari kerja pun membludak sejak hari pertama.
“Job Fair ini nggak hanya ekspo, tapi interview langsung diterima. Mudah-mudahan nanti perusahaan bisa menerima semua pekerja dan memenuhi target lowongan sebanyak 5.619,” jelas Suko.
Ia berharap, adanya Job Fair ini bisa menurunkan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari 4,1 persen pada tahun 2024 menjadi 3 persen pada tahun 2026.
“Pak bupati menargetkan di 2026 TPT turun jadi 3 persen. Ini sedang kita upyakan,” tandasnya. (jrs/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













