oleh

Budidaya Buah Naga di Kumendung Bisa Jadi Contoh Daerah Lain

-Berita Terkini-11 kali dibaca

BANYUWANGI – Satu lagi kader PDI Perjuangan yang menarik perhatian Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi, karena mampu mengembangkan perekonomian di daerahnya.

Adalah Irianto, kader PDI Perjuangan asal Kumendung, Kecamatan Muncar, Banyuwangi ini membuat penasaran Kusnadi, dengan usahanya di bidang budidaya tanaman buah naga.

Menurut Kusnadi, Irianto memiliki lahan 1 hektar yang ditanami buah naga. Dari ratusan tanaman buah naga miliknya, Irianto sekali petik bisa mendapatkan 1,5 sampai 2 ton.

“Irianto setiap bulan bisa dua kali petik buah naga. Hasil panen buah naga ini dikirim para pedagang ke Surabaya, Bali, Jakarta, hingga Medan,” kata Kusnadi, kemarin.

Usaha budidaya buah naga ini, jelas Pak Kus, hasilnya tidak hanya dirasakan Irianto. Sebab, mulai proses tanam, hingga pemasaran, melibatkan warga setempat.

Pun teknologi penanaman yang dikembangkan Irianto bersama warga Desa Kumendung, tambahnya, bisa jadi contoh bagi pembudidaya buah naga lainnya, atau mereka yang ingin berbudidaya buah naga.

“Sebab budidaya buah naga di Kumendung ini hasilnya bisa dirasakan setiap saat,” ujar Pak Kus.

Sementara itu, Irianto mengatakan, saat ini masyarakat ramai-ramai berbudidaya tanaman buah naga, karena hasinya sangat menjanjikan bagi kalangan petani di Kumendung.

Banyak petani beralih ke buah naga dari sebelumnya menanam padi, jagung, dan tanaman hortikultura lainnya. “Karena hasilnya bisa 3-4 kali lipat,” jelas Irianto.

Menurutnya, dari sekitar 484 hektar lahan pertanian di Kumendung, sekitar 100 hektar ditanami buah naga. Sehingga budidaya buah naga ini, sebutnya, menjadi penghasilan utama warga Kumendung.

Dia mengaku berbudidaya buah naga sudah tahun ini, dari sebelumnya sebagai petani padi dan tanaman hortikultura. Dia akhirnya beralih ke tanaman buah naga, karena punya beberapa kelebihan.

“Pertama, tingkat kerawanan dari hama penyakit kecil sekali. kedua, produktivitas buah naga hasilnya sangat menjanjikan,” papar Irianto.

Soal harga, sebutnya, tergantung kondisi buah naga di pasaran. Namun rata-rata hasilnya lebih menguntungkan bagi pembudidaya buah naga.

Apalagi jika harga di tingkat pedagang buah, di puncak tertinggi. Bahkan ada yang mencapai Rp 50.000 per kilogram-nya.

Soal teknologi yang dikembangkan pembudidaya buah naga di Kumendung, tambah Irianto, di antaranya dengan pemasangan lampu di dekat tanaman buah naga. Lampu ini terus dinyalakan sejak sore hingga jelang pagi.

Menurutnya, sinar lampu ini bisa merangsang tanaman buah naga untuk terus berbunga, yang akhirnya menghasilkan buah. “Sehingga di sini tidak ada yang namanya musim buah naga, karena hampir dua minggu sekali kami panen,” jelasnya, sumringah. (goek)

rekening gotong royong