MADIUN — Turnamen bola voli Candimulyo Cup II Tahun 2026 di Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga. Kegiatan ini dinilai sebagai ruang strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet sejak tingkat desa.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun, Budi Wahono, menegaskan bahwa kompetisi seperti ini merupakan fondasi penting dalam pembinaan atlet daerah.
“Candimulyo Cup II ini adalah ruang untuk menjaring bibit-bibit atlet voli sejak tingkat desa. Dari sinilah akan lahir pemain potensial untuk Kabupaten Madiun,” ujarnya saat pembukaan turnamen, Sabtu (28/3/2026) malam.
Menurutnya, olahraga rakyat seperti bola voli perlu didorong melalui kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan.
Ia mengapresiasi konsistensi Desa Candimulyo yang telah menggelar turnamen hingga tahun kedua.
“Ini bisa menjadi contoh bagi desa lain untuk menghadirkan event serupa,” katanya.

Selain sebagai ajang pembinaan atlet, turnamen ini juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Selama pelaksanaan yang berlangsung sekitar 24 hari, pelaku UMKM lokal turut merasakan perputaran ekonomi.
“Olahraga dan ekonomi bisa berjalan beriringan. UMKM warga ikut bergerak,” imbuhnya.
Budi Wahono juga menilai keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah desa dan wakil rakyat, yang mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun potensi daerah.
Ia berharap Candimulyo Cup dapat menjadi agenda rutin tahunan, sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi dari desa.
Sementara itu, Kepala Desa Candimulyo, Elya Widi Astuti, menyebut antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi dengan diikuti 32 tim dari berbagai daerah, termasuk Ponorogo dan Magetan.
Turnamen yang dibuka oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 25 April 2026 dan diharapkan menjadi ajang lahirnya atlet-atlet voli potensial sekaligus penguat ekonomi berbasis desa. (ahm/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










