BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar, Budi Susila Jaya, melaksanakan kegiatan reses masa sidang ke-2 di Dukuh Bambang, Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, pada Minggu (18/1/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi anggota DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.
Kegiatan reses ini dihadiri Kepala Desa Siraman, Kepala Dusun, Kamituwo, tokoh masyarakat, tokoh agama, karang taruna, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah desa, aparat kewilayahan, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Dalam forum dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan yang mayoritas berkaitan dengan pembangunan infrastruktur desa.

Usulan tersebut meliputi perbaikan saluran irigasi, pengamanan badan jalan, pengaspalan jalan, renovasi mushola, serta bantuan alat-alat pertanian guna mendukung peningkatan produktivitas masyarakat.
Menanggapi aspirasi warga, Budi Susila Jaya menyampaikan bahwa seluruh masukan masyarakat akan dihimpun dan ditindaklanjuti melalui mekanisme perencanaan daerah.
“Reses ini merupakan sarana penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Semua usulan yang disampaikan akan kami catat sebagai bahan pokok-pokok pikiran DPRD,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat Desa Siraman akan diperjuangkan agar dapat masuk dalam program pembangunan daerah.

“Usulan warga ini akan kami masukkan dalam pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Blitar dan diupayakan untuk direalisasikan pada tahun anggaran 2027,” katanya.
Lebih lanjut, Budi menekankan bahwa pembangunan infrastruktur desa memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur yang baik akan berdampak langsung pada kelancaran aktivitas ekonomi, sosial, dan keagamaan masyarakat,” tutur pria yang juga anggota Komisi II DPRD Kabupaten Blitar itu.
Kegiatan reses berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang berkesinambungan antara wakil rakyat dan masyarakat, sehingga arah kebijakan pembangunan daerah dapat selaras dengan kebutuhan riil di lapangan. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









