Jumat
14 Agustus 2026 | 4 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Blusukan ke Nganjuk, Ganjar Tampung Keluhan Para Petani

IMG-20240112-WA0032_copy_686x408

NGANJUK – Calon Presiden (Capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo berkunjung ke Dusun Klinter, Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (12/1/2024).

Kehadiran Ganjar untuk menemui para petani tebu di wilayah tersebut dan melakukan diskusi dengan mereka.

“Petani tebu itu salah satu yang menjadi perhatian Ganjar-Mahfud, kami punya hipotesis yang menjadi problem dan kami juga konfirmasi ternyata betul,” ujar Ganjar.

Dalam diskusi itu, kata Ganjar, para petani banyak menyampaikan keluh kesah dan aspirasinya. Salah satunya soal benih tebu.

Benih ternyata tadi praktiknya pernah terjadi randemen sampai 11, sekarang hanya 6.5. Penurunannya sangat drastis, maka kualitasnya pasti tidak terlalu baik, harga jualnya pasti turun.

“Dan saran mereka mbok ya diperhatikan soal benih ini dan itu menjadi tanggung jawab kita,” ucap Ganjar

Kemudian yang kedua, kata Ganjar soal pupuk. Lagi-lagi problem pupuk menjadi problem nasional yang memang harus diperhatikan.

Alokasinya jauh dari cukup bahkan kalau kita hitung tadi hanya sepertiganya saja, beber Ganjar 

Selanjutnya, kata suami dari Siti Atiqoh, para petani juga mengeluhkan tentang harga jual dan kurang transparansinya di pabrik gula (PG) milik BUMN.

Cacatan kritis dari petani, kalau jual di PG swasta lebih bagus, kalau pabriknya pemerintah mesti sulit.

“Nah inilah yang dulu pernah direncanakan ada revitalisasi pabrik gula tapi belum berjalan,” urai Ganjar.

“Tadi juga ada (pernyataan munculnya) tikus ‘ndas ireng’. Ini sebenarnya kritik dari publik soal korupsi, lagi-lagi soal tidak transparan, lagi-lagi soal pelayanan yang buruk. Maka hal ini harus diperhatikan,” sambung Ganjar.

Lebih jauh, Ganjar juga menyampaikan adanya persoalan permodalan yang dinilai kurang diperhatikan oleh pemerintah saat ini.

“(Sejatinya) kalau modal bagus, (tentu) panen (juga) bagus, dan petani tidak akan bergantung pada tengkulak,” sambung politisi PDI Perjuangan itu.

Ganjar berkomitmen, dengan munculnya aspirasi-aspirasi petani itu, pihaknya akan merumuskan untuk dijadikan seabagai kebijakan publik.

Termasuk soal kebijakan impor gula yang juga dikeluhkan petani. Semestinya hasil dari petani dibeli dulu agar petani bisa mandiri dan tidak dirugikan, agar petani dalam negeri itu mendapatkan tempat pertama dan utama, pungkas Ganjar. (eng/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
HEADLINE

Banteng Jatim FC Tahan Banteng Kalbar, 25 Talenta Muda Terus Ditempa di Soekarno Cup

Banteng Jatim FC menahan imbang Banteng Kalbar di laga kedua Soekarno Cup 2026. Tim ini membawa 25 talenta terbaik ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...