Blusukan ke Kampung Tempe Sukomanunggal, Puan: Warga di Sini Luar Biasa

 191 pembaca

SURABAYA – Menutup rangkaian kunjungan kerja hari ke-2 di Jawa Timur, Ketua DPR RI Puan Maharani blusukan menemui pengrajin kedelai di Kampung Tempe Sukomanunggal, Kota Surabaya, Rabu (2/3/2022).

Kehadiran cucu Proklamator RI Bung Karno yang didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di kampung pengrajin tempe dan tahu tertua di Kota Pahlawan ini mendapat sambutan hangat warga di sana. Mulai dari balita hingga orang tua.

Semuanya berdiri di depan rumah masing-masing sambil berteriak menyebut nama perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut, saat melintas di depan rumahnya.

Menampakkan senyum ramah, Puan menyusuri jalanan menuju salah satu rumah produksi tempe. Sesekali dirinya menundukkan kepala sebagai sikap hormat saat melewati warga lansia yang tersenyum kepadanya.

Tiba di salah satu rumah pengrajin, Puan berdialog dengan sejumlah pengrajin tempe. Puan merasa bangga atas kreatifitas seluruh pengrajin di Kampung Tempe karena mampu bertahan di tengah kenaikan harga kedelai akhir-akhir ini tanpa menaikkan harga tempe ataupun tahu di pasaran.

“Warga di sini luar biasa. Di tengah mahalnya kedelai, tetap tidak ada kenaikan harga tempe. Karena pengrajin kedelai menyiasatinya dengan memperkecil ukuran tahu atau tempe produksinya, sehingga tidak menaikkan harga jualnya sedikitpun,” jelas Puan.

Dia berani memastikan bahwa tidak ada kenaikan harga tempe-tahu, dan minyak goreng di pasaran Kota Surabaya. Hal ini dia buktikan saat mengunjungi Pasar Tambahrejo guna mendapatkan informasi adanya kenaikan harga ataupun kelangkaan minyak goreng di pasaran.

“Tadi pagi saya mampir di Pasar Tambahrejo untuk menanyakan kenaikan harga minyak dan tempe kepada penjual. Alhamdulillah pedagang menyampaikan bahwa kenaikan harga tempe, pun minyak goreng tidak benar,” terangnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, terkait isu kelangkaan minyak goreng, menurutnya benar adanya. Tapi itu hanya di beberapa daerah.

Dia menyebut, Surabaya dan Gresik termasuk daerah yang tidak mengalami kelangkaan. Menurutnya, hal ini akibat masifnya operasi pasar yang dilakukan pemerintah daerah setempat.

Meski demikian, imbuh Puan, pihaknya bakal berusaha menjelang bulan puasa dan Lebaran depan, harga kedelai dan kelangkaan minyak goreng bisa dikendalikan.

“Saya sebagai anggota DPR memiliki kewenangan untuk pengawasan. Karena itu, saya akan minta pemda dan pusat melakukan koordinasi menelusuri penyebab masalahnya untuk segera dicarikan solusinya,” kata Puan.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pengrajin Kedelai di Kampung Tempe, Markuat mengaku merasa memiliki harapan baru untuk usahanya seusai berdialog dengan Puan Maharani.

“Respon Ibu Puan atas berbagai hal yang kami sampaikan sangat positif. Bahkan Ibu juga menyetujui permintaan kami untuk mendapatkan alat masak tambahan berbahan stainless untuk menghemat bahan bakar produksi,” ungkapnya.

Sedang Ketua RT 3 RW 2 Kelurahan Sukomanunggal, Miskan mewakili warganya menyampaikan terima kasih atas kepedulian Ketua DPR RI Puan Maharani. Karena ini merupakan kunjungan pertama pimpinan wakil rakyat tingkat pusat di wilayah tersebut.

“Saya mewakili masyarakat di sini menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian ibu. Semoga permasalahan ini dapat segera mendapat solusi, dan ibu senantiasa mendapat kesehatan,” ucap Miskan. (yols/pr)