Sabtu
03 Oktober 2026 | 12 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bersama Gen Z Tulungagung, Erma Bicara Pentingnya Kesehatan Mental

PDIP-Jatim-Erma-01062025

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menggelar sosialisasi tentang pembentukan kesehatan mental bersama Gen Z di salah satu cafe di Kabupaten Tulungagung, Sabtu (31/5/2025).

Kegiatan yang bekerja sama dengan Women and Youth Development Institute of Indonesia (WYDII) itu mengusung tema “Peran Pendidikan, Keluarga dan Masyarakat dalam Membentuk Kesehatan Mental Menuju Generasi Unggul”.

Menurut Erma, pada tahun 2035 hingga 2040, Indonesia akan menghadapi surplus demografis, di mana rasio penduduk produktif lebih banyak dibandingkan nonproduktif. Surplus demografis di Indonesia akan ditempati oleh Gen Z, sehingga harus disiapkan menjadi generasi yang unggul, baik secara fisik, skill atau kognisi, mental dan psikis.

“Kita harus mampu menghantarkan Gen Z menjadi generasi yang siap menghadapi kompetisi global,” katanya.

Plt. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung ini menambahkan, Gen Z saat ini mempunyai kekhawatiran terhadap masa depan, termasuk tantangan global.

Meski dibesarkan dengan perkembangan teknologi dan menjadi generasi yang pandai, kreatif, inovatif dan punya wawasan yang luas, Gen Z tidak memperoleh pendidikan mental dan tahan banting.

Selain itu, Gen Z tidak pernah memperoleh pendidikan tentang pentingnya sebuah proses sehingga menjadi generasi yang renta.

“Para ahli menyebut Gen Z ini adalah generasi stroberi, yang artinya generasi yang menarik tapi tidak tahan banting,” ucapnya.

Gen Z, tambah dia, generasi yang mempesona karena pintar, kreatif, dan cepat. Tapi ketika mendapat masalah akan mudah putus asa, dan mencari jalan pintas yang instan dengan mencari referensi di media sosial (medsos).

Erma juga menjelaskan, masalah kesehatan mental adalah masalah serius yang dihadapi oleh Gen Z. Selain itu, para orang tua juga tidak ‘relate’ dengan Gen Z, sehingga ketika mendapat masalah Gen Z akan menyelesaikannya sendiri.

“Mencari referensi di medsos ini bahaya, maka kita harus melakukan upaya untuk mencegahnya, dan mencoba relate dengan Gen Z. Dengan begitu kita akan paham dan bisa mengantisipasi hal-hal yang menjadi tantangan terkait kerapuhan mental Gen Z,” terangnya.

Anggota Komisi B DPRD Jatim itu juga mengajak seluruh stakeholder terkait untuk memahami terkait tantangan Gen Z yang nantinya menjadi tulang punggung keberlangsungan bangsa Indonesia.

“Jika kita gagal dalam menyiapkan Gen Z menjadi generasi yang unggul, maka akan menjadi beban bangsa karena kalah dalam persaingan global,” tegasnya. (sin/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sinergi Pemkab Banyuwangi dan AirNav Hadirkan Infrastruktur Dasar di Kampung Seling

BANYUWANGI – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dengan berbagai pihak terus diperkuat untuk ...
KABAR CABANG

Tahlil Tujuh Hari Guruh, PDIP Kabupaten Kediri Tekankan Pentingnya Merawat Budaya

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari wafatnya Guruh Soekarnoputra sekaligus meneguhkan ...
LEGISLATIF

Pengaturan Jam Operasional Pasar Tanjung Jember, Widarto: Ini Sudah Bijaksana

JEMBER – Polemik penataan Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, untuk sementara menemukan jalan tengah. Pemerintah ...
LEGISLATIF

Anas Karno Minta RT/RW Data Warga yang Desilnya Tak Sesuai Kondisi Riil

SURABAYA – Keluhan warga terkait ketidaksesuaian data desil kesejahteraan kembali muncul dalam reses Anggota DPRD ...
KRONIK

Mahasiswa Ramai-Ramai Datangi DPRD Jember, Candra: Jangan Antipolitik

JEMBER – DPRD Jember didatangi sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sepanjang pekan ini. ...
KRONIK

Cegah Kebakaran, Diana Sasa Dorong Pemkab Buat Satu Data Terpadu

MAGETAN — Satu data yang terpadu terkait bencana kebakaran menjadi salah satu faktor dalam upaya pencegahan. Hal ...