Selasa
21 April 2026 | 7 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Beri Insentif 100 Persen, PDIP Surabaya: Kebijakan Wali Kota Legakan Nakes

pdip-jatim-210815-khusnul-khotimah

SURABAYA – PDI Perjuangan menyambut gembira komitmen Wali Kota Eri Cahyadi yang memberikan insentif 100 persen bagi tenaga-tenaga kesehatan (nakes) yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota Surabaya.

“Kita bergembira atas kebijakan Wali Kota Surabaya. Ini memberikan kepastian dan melegakan para nakes. Di masa pandemi Covid-19, para tenaga kesehatan berada di garis terdepan perjuangan. Mereka melayani pasien dan warga masyarakat, dengan risiko tertulari. Mereka layak mendapat insentif 100 persen,” ujar Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Khusnul Khotimah, Minggu (15/8/2021).

Tahun lalu, insentif para nakes dibayarkan penuh sesuai besaran tertinggi atau 100 persen. Kemudian tahun 2021, Pemkot Surabaya memberi insentif 75 persen.

Baca juga: PAD Naik, Eri: Untuk Tambahan Insentif Nakes Hingga Jadi 100 Persen

Hal ini sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No 01.07/MENKES/4239/2021, bahwa besaran insentif nakes dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan atau APBD masing-masing daerah.

Setelah mencermati perbagai perkembangan, termasuk penambahan pada Pendapatan Asli Daerah Surabaya, Eri Cahyadi memutuskan memberikan insentif 100 persen. Pemkot Surabaya akan membayarkan sisa yang 25 persen.

Dengan perkembangan itu, menurut Khusnul, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya mensupport penuh dalam ploting anggaran.

Terlebih sebentar lagi DPRD Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya akan melakukan pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggarah 2021.

“PDI Perjuangan sangat concern agar insentif para tenaga kesehatan bisa dipenuhi 100 persen, seperti komitmen Pak Wali kota,” ujar politisi yang juga Ketua Komisi D DPRD Surabaya ini.

“Jumlah tenaga kesehatan di Surabaya sekitar 48 ribu,” tambah Khusnul.

Menurutnya, para tenaga kesehatan telah bekerja ekstra keras menjaga rumah sakit milik Pemerintah Kota Surabaya dan Puskesmas-Puskesmas. Mereka menangani warga yang terpapar Covid-19, serta melakukan vaksinasi.

“Angka infeksi Covid-19 yang terus melandai di Surabaya, tidak terlepas dari kerja keras para tenaga kesehatan yang sudah berupaya maksimal memberikan layanan medis pada warga,” kata Khusnul.

Menurut laman lawancovid-19. surabaya.go.id pada Sabtu 14 Agustus 2021, angka positif Covid-19 di Surabaya tercatat 4.373 kasus. Ini jauh menurun dari beberapa pekan sebelumnya.

“Kita syukuri Surabaya sekarang sudah berada di zona oranye, yang sebelumnya di zona merah. Kasus-kasus aktif terus menurun. Semoga bisa memasuki zona kuning dan hijau,” ucapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Tantri Bararoh Ajak Kader GMNI Kabupaten Malang Kritis dan Turun Bela Wong Cilik

Tantri Bararoh ajak kader GMNI Malang tetap kritis dan turun ke lapangan memperjuangkan wong cilik melalui gerakan ...
KRONIK

Musancab Trenggalek di Hari Kartini, Deni: Suara Perempuan Harus Didengar dalam Politik

Deni Wicaksono menegaskan peran perempuan dalam Musancab PDIP Trenggalek dengan keterwakilan minimal 30 persen ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Semangat Kartini Harus Pastikan Perempuan Tuntas Pendidikan dan Berdaya

Renny Pramana menegaskan semangat Kartini harus memastikan perempuan tidak hanya mendapat akses, tetapi juga ...
KABAR CABANG

Inda Raya: Perempuan Harus Tingkatkan Kapasitas, Berani Bersuara dan Ambil Peran

Inda Raya menegaskan perempuan harus meningkatkan kapasitas, berani bersuara, dan mengambil peran strategis dalam ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong UMKM Perikanan Terintegrasi, Tak Cukup Produksi Saja

Erma Susanti dorong UMKM perikanan Blitar terintegrasi dari produksi hingga pasar, manfaatkan peluang program MBG. ...
KABAR CABANG

Gus Ipin Minta PAC PDIP Trenggalek Turun Langsung Atasi Kemiskinan

Gus Ipin menegaskan PAC PDIP Trenggalek harus menjadi pelayan masyarakat, fokus pada penanggulangan kemiskinan dan ...