Minggu
11 Oktober 2026 | 4 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Begini Reaksi Bupati Sugiri atas Mundurnya Kepsek Penarik Sumbangan Beli Mobil

PDIP-Jatim-Bupati-Sugirii-05102023

PONOROGO – Buntut dari viralnya sumbangan uang untuk membeli mobil yang dibebankan kepada orang tua/wali murid, Kepala SMPN 1 Ponorogo, Imam Mujahid, menyatakan mundur dari jabatannya.

Hal tersebut disampaikan Imam di hadapan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, beserta Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, komite, dan kepala sekolah saat rapat di Aula SMP Negeri 2 Ponorogo, Rabu (4/10/2023).

Menanggapi pengunduran diri Imam Mujahid, Bupati Sugiri merasa terharu dan memuji atas keputusan yang diambil Kepala SMPN 1 Ponorogo itu. Politisi PDI Perjuangan itu menerima surat pengunduran Imam Mujahid dan merangkulnya.

“Saya terharu. Ini satu-satunya di Ponorogo yang berani memberikan contoh bahwa belum tentu salah atau tidak, sudah siap mundur, karena viral akhirnya banyak tekanan. Beliau arif, bijaksana,” ujarnya.

Menurut Bupati Sugiri, soal apakah menerima kemunduran Kepala SMPN 1 Ponorogo tersebut, pihaknya akan melihat duduk permasalahannya. Ia pun berharap, dari kejadian ini bisa diambil pembelajarannya.

“Perkara nanti diloloskan atau tidak, kita lihat dulu. Ayo sama-sama kita arif, bijaksana, karena pendidikan benteng moral,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui bahwa sedang heboh terkait edaran sumbangan SMPN 1 Ponorogo untuk keperluan alat musik dan mobil dengan total Rp509 juta. Per anak diharuskan untuk membayar sebesar Rp1,7 juta.

Untuk itu, Bupati Sugiri pun mengumpulkan seluruh kepala sekolah dan komite. Dari hasil rapat itu, Bupati Sugiri mengambil keputusan untuk menunda penarikan pembayaran. Kepala SMPN 1 Ponorogo memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

“Sumbangan sementara jangan bergerak dulu. Kalau kebutuhan alat musik, komputer, saya pikir kan orang tua murid ingin anaknya pinter ngaji, nyanyi. Maka dana BOS nggak mampu mengatasi itu, konsep merdeka belajar butuh gotong royong,” tuturnya.

Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu akan mengkaji kembali bersama wali murid, kepala sekolah, komite. Ia ingin kejadian yang viral ini segera diakhiri.

“Orang tua murid ditanya, keberatan apa nggak? Kalau keberatan ya jangan. Kita nggak boleh narik iuran yang sifatnya pungutan. Inovasi boleh, tapi jangan salahi aturan,” tandasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Buka AF Sport U-17, Bupati Achmad Fauzi Tekankan Pentingnya Karakter dan Sportivitas

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa pembinaan dan penjaringan atlet muda sepakbola ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Soroti Beban Industri Makin Berat, Pasokan Solar dan Pajak Jadi Keluhan

MAKASSAR – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menyoroti tekanan yang kian berat terhadap dunia usaha akibat ...
KRONIK

Sekolah Rakyat, Andini, dan Harapan Khairunnas Anfa’uhum Linnas

SEMARANG – Sejumlah anak mendekat ketika Hj. Ansari hendak berpamitan. Mereka antusias dan senang diajak ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Penertiban Tambang Tak Cukup Hentikan Operasi, Lingkungan Harus Dipulihkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana mendesak penertiban pertambangan ...
SEMENTARA ITU...

Doding Berharap Padepokan PSHT Karangan Jadi Pusat Pembinaan Karakter dan Persaudaraan

TRENGGALEK – Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi berharap pembangunan Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate ...
EKSEKUTIF

Empat Bulan Belum Dioperasi, Eri Cahyadi Pindahkan Pasien Kanker ke RSUD Soewandhie

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta percepatan penanganan medis terhadap Dian, warga penyandang ...