oleh

Begini Cara Sasa Membina Musik Tongling Pringgowulung Tetap Eksis

-Inspirasi-66 kali dibaca

MAGETAN – Musik tongling, kentongan dan seruling, adalah musik yang peralatannya dibuat dari bambu. Tongling Pringgowulung merupakan kesenian khas kampung Wonomulyo Desa Genilangit Kecamatan Poncol.

Musik Tongling ini juga jadi media moderasi beragama di Wonomulyo. Pemain musiknya dari umat Buddha dan Muslim. Setiap ada even di desa juga di kerjakan bersama sama. Misalnya pertunjukan kunjungan DKJT, Live TV Desa, Kunjungan DPRD Provinsi Jatim komisi B.

Eksistensi dan pelestarian musik tradisional Tongling ini salah satunya juga tidak lepas dari peran Diana AV atau akrab dipanggil Sasa Anggota DPRD Propinsi Jawa Timur dari Fraksi PDi Perjuangan. Menurut Sasa, adalah sebuah tantangan bagi generasi muda untuk tetap menggeluti dan menjaga eksistensi kesenian tradisional musik tongling.

“Motivasi kamu agar tetap semangat memelihara musik tongling tetap eksis,” ujar Sasa.

Semua elemen masyarakat juga pemuda di Kampung Wonomulyo memiliki semangat tetap menjaga dan melestarikan musik tongling sehinga dikenal luas di even nasional bahkan internasional.

Beberapa kegiatan grup Tongling telah dibimbing dan bina langsung oleh Sasa, diantaranya memberikan pendampigan dalam mengisi acara Grebeg Pring Urip Ringin Angung Magetan pada tahun 2018.

Selain itu juga memberikan sarana pelatihan selama satu minggu. Saat itu Sasa menghadirkan pelatih dari ISI Solo yakni pada Agustus 2019 lalu. Dilanjutkan dengan membantu Pengurusan Nomor Induk Kesenian & Nomor Induk Seniman 2020.

Untuk lebih meningkatkan profesionalisme dan penampilan yang lebih, ada semacam pelatihan pengembangan penampilan dan disupport seragam batik ciprat Magetan untuk 40 anggota Tongling.

Sementara itu Winarto pengurus Tongkling sekaligus generasi muda Dusun Wonomulyo membenarkan banyak hal yang telah dilakukan Mbak Sasa dalam pengembangan dan pelestarian musik Tongling.

“Bahkan sampai saat ini mbak Sasa juga masih support terus untuk pengurusan badan hukum Tongling,” ungkap Winarto.

Dengan segala bimbingan dan pembinaan dari Mbak Sasa, Winarto atas nama warga Wonomulyo dan grop Tongling menyampaikan rasa terima kasih untuk semua bantuan dan dukungan sehingga grup Tongling dapat eksis sampai saat ini. (rud/hs)

Baca juga: Musik Tongling dan Para Ksatria Perambah Belantara Gunung Lawu