Selasa
03 November 2026 | 5 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Begini, Cara Pemkab Banyuwangi Angkat Kuliner Lokal

pdip-jatim-anas-banyuwangi-kuliner-2019

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi punya cara untuk mengangkat kekayaan kuliner tradisionalnya. Setiap tahun Pemkab Banyuwangi menggelar festival Banyuwangi Kuliner dengan tema berbeda-beda.

Kali ini kuliner tradisional Pecel Rawon diangkat untuk lomba, sekaligus belajar bersama cara memasak bareng chef profesional.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, festival Banyuwangi Kuliner menjadi bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap produk lokal.

Ajang ini, jelas Anas, untuk memberi panggung kepada masyarakat untuk mengambil bagian dari manfaat pengembangan pariwisata.

“Sebagai panggung kreatif kuliner. Karena efek dari pariwisata itu ada dua yang besar, food dan fashion. Ini menjadi tren millenial dan dunia, maka makanan dan fashion itu ratingnya tinggi di media televisi,” kata Anas saat membuka pagelaran Banyuwangi Kuliner di Taman Blambangan, Selasa (23/4/2019).

Anas juga berpendapat, mengapa kuliner selalu jadi hal yang dicari Banyak orang ketika ke Banyuwangi.

“Orang sedang stres lihat makanan langsung seger lagi. Meski orang yang kolesterol tinggi tidak boleh makan, tapi feelnya sudah berbeda,” ujarnya.

Pemkab setempat sudah menggelar festival Banyuwangi Kuliner sejak 7 tahun berturut turut. Harapannya kuliner lokal di Bumi Blambangan bisa lebih dikenal.

“Maka sudah 7 tahun ini, kami mengadakan festival kuliner. Mungkin tampak biasa saja, tapi dulu orang tidak kenal rujak soto, setelah kita festivalkan, muncul beragam ulasan tentang rujak soto,” paparnya.

Ide memberi panggung ekonomi kreatif di sektor pariwisata, tambah Anas, terinspirasi model di negara Thailand dan Vietnam.

“Ini cara Banyuwangi untuk mengangkat kuliner lokal, keberpihakan Banyuwangi terhadap kuliner lokal saya kira sudah total,” paparnya.

“Pariwisata Banyuwangi berpihak pada rakyat, seperti di thailand dan Vietnam, di sana model pariwisata yang berpihak ada rakyat diberi panggung,” lanjut Anas.

Pecel Rawon yang diangkat menjadi tema festival, merupakan kuliner khas Banyuwangi berupa perpaduan kuliner pecel dan rawon yang dijadikan satu. Anas mengatakan, Pecel Rawon memiliki filosofi yang bermakna keterbukaan masyarakat Banyuwangi.

“Rawon bentuk keterbukaan orang Banyuwangi terhadap berbagai jenis kuliner yang ada di Indonesia. Ini pecel dipadukan dengan rawon,” jelasnya.

Banyuwangi Kuliner kali ini diikuti 152 peserta dari tiga kategori. Yaknik kategori profesional umum dan hotel-restoran, kemudian kategori instansi SKPD kecamatan, dan gabungan organisasi wanita. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...