Kamis
29 Oktober 2026 | 7 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Begini, Cara Ketua DPRD Tulungagung Ubah Kebiasaan Peternak Membuang Kotoran Sapi ke Sungai

pdip jatim 230415 pupuk organik

TULUNGAGUNG – Mayoritas penduduk Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung berprofesi sebagai peternak sapi perah. Namun, profesi mayoritas masyarakat itu tidak dibarengi dengan kesadaran terhadap lingkungan.

Faktanya, masyarakat masih sering membuang kotoran sapi perah dan bekas susu sapi ke sungai di wilayah Kecamatan Sendang dan berdampak terjadinya pencemaran air tanah di kawasan itu.

Sosialisasi tentang pelestarian lingkungan baik dari pemerintah maupun dari komunitas peduli lingkungan yang sudah dilakukan selama ini, belum mampu mengubah kebiasaan masyarakat yang membuang limbah kotoran hewan ke sungai.

Berangkat dari adanya kebiasaan masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan itu, Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, menginisiasi dengan sebuah kegiatan mengubah limbah kotoran hewan menjadi pupuk organik.

Menurutnya, dengan mengolah limbah kotoran sapi dan sisa susu menjadi pupuk, maka kebiasaan masyarakat yang membuang limbah ke sungai akan berkurang.

Selain itu, pupuk hasil fermentasi kotoran sapi dan sisa susu sudah diuji dilahan pertanian dan hasilnya lebih baik dari pupuk pabrikan.

“Awalnya kita prihatin dengan pembuangan limbah atau kotoran hewan ini yang dibuang ke sungai,” kata Marsono di Tulungagung, Jumat (14/4/2023).

Bendahara DPC PDI Perjuangan Tulungagung ini menjelaskan, pengolahan kotoran sapi dan sisa susu menjadi pupuk harus melalui proses fermentasi agar bahan-bahan yang terkandung dalam kotoran sapi bisa berubah menjadi sumber unsur hara. Sehingga kotoran sapi dan sisa susu dapat diserap oleh tanaman.

Dalam proses fermentasi ini, starter atau pengurai yang digunakan adalah EM4 (effective microorganisme 4) yang berfungsi mengubah bakteri jahat pada limbah menjadi bakteri yang menguntungkan.

Pupuk hasil fermentasi ini, sebut Marsono, bisa langsung diaplikasikan ke lahan, karena berbentuk pupuk cair. Para petani juga sudah membuktikan bahwa pupuk cair ini bisa membuat tanaman tumbuh lebih subur.

“Pupuk organik cair atau POC ini merupakan larutan hasil pembusukan sisa susu maupun kotoran sapi yang diproses dengan bekas galon air mineral,” jelasnya.

Pupuk organik cair tipe ini, lanjut Marsono, karakteristiknya tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, dan yang membedakan hanya wujudnya saja yaitu cair dan padat.

Dengan inisiasinya itu, masyarakat Kecamatan Sendang akhirnya bisa merasakan manfaat dari kotoran sapi dan sisa susu. Sehingga masyarakat tidak lagi membuang limbah sapi perah ke sungai dan kualitas air sungai bisa menjadi bersih kembali. (sin/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Novita Hardini Targetkan Aktivasi Desa Kreatif di 157 Desa Trenggalek

TRENGGALEK – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan VII Jawa Timur, Novita Hardini, menargetkan aktivasi desa kreatif ...
LEGISLATIF

Tekan Pengangguran, Amithya Dorong Pendataan Ketenagakerjaan Menyeluruh di Kota Malang

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang melalui Disnaker ...
KRONIK

PDIP Jatim Buka Ruang Kritik Politik Lewat Kompetisi Stand-Up Comedy

MALANG – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur membuka ruang kritik politik melalui kompetisi stand-up comedy “Berani ...
KRONIK

Widarto Serahkan Kajian Hibah Tanah 2,7 Hektare untuk Kejari Jember pada Pansus

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, menyerahkan pemeriksaan status tanah dan kelengkapan dokumen rencana ...
KABAR CABANG

Hari Sumpah Pemuda, PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Aksi Resik Sungai Kalimati Muncar

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan aksi resik kali atau ...
EKSEKUTIF

Rijanto Ajak Pemuda Blitar Rawat Persatuan dan Ambil Peran Nyata dalam Pembangunan

Bupati Blitar Rijanto mengajak pemuda merawat persatuan Sumpah Pemuda 1928 dan mengambil peran nyata dalam ...