Selasa
21 Juli 2026 | 9 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Begini, Cara Ketua DPRD Tulungagung Ubah Kebiasaan Peternak Membuang Kotoran Sapi ke Sungai

pdip jatim 230415 pupuk organik

TULUNGAGUNG – Mayoritas penduduk Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung berprofesi sebagai peternak sapi perah. Namun, profesi mayoritas masyarakat itu tidak dibarengi dengan kesadaran terhadap lingkungan.

Faktanya, masyarakat masih sering membuang kotoran sapi perah dan bekas susu sapi ke sungai di wilayah Kecamatan Sendang dan berdampak terjadinya pencemaran air tanah di kawasan itu.

Sosialisasi tentang pelestarian lingkungan baik dari pemerintah maupun dari komunitas peduli lingkungan yang sudah dilakukan selama ini, belum mampu mengubah kebiasaan masyarakat yang membuang limbah kotoran hewan ke sungai.

Berangkat dari adanya kebiasaan masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan itu, Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, menginisiasi dengan sebuah kegiatan mengubah limbah kotoran hewan menjadi pupuk organik.

Menurutnya, dengan mengolah limbah kotoran sapi dan sisa susu menjadi pupuk, maka kebiasaan masyarakat yang membuang limbah ke sungai akan berkurang.

Selain itu, pupuk hasil fermentasi kotoran sapi dan sisa susu sudah diuji dilahan pertanian dan hasilnya lebih baik dari pupuk pabrikan.

“Awalnya kita prihatin dengan pembuangan limbah atau kotoran hewan ini yang dibuang ke sungai,” kata Marsono di Tulungagung, Jumat (14/4/2023).

Bendahara DPC PDI Perjuangan Tulungagung ini menjelaskan, pengolahan kotoran sapi dan sisa susu menjadi pupuk harus melalui proses fermentasi agar bahan-bahan yang terkandung dalam kotoran sapi bisa berubah menjadi sumber unsur hara. Sehingga kotoran sapi dan sisa susu dapat diserap oleh tanaman.

Dalam proses fermentasi ini, starter atau pengurai yang digunakan adalah EM4 (effective microorganisme 4) yang berfungsi mengubah bakteri jahat pada limbah menjadi bakteri yang menguntungkan.

Pupuk hasil fermentasi ini, sebut Marsono, bisa langsung diaplikasikan ke lahan, karena berbentuk pupuk cair. Para petani juga sudah membuktikan bahwa pupuk cair ini bisa membuat tanaman tumbuh lebih subur.

“Pupuk organik cair atau POC ini merupakan larutan hasil pembusukan sisa susu maupun kotoran sapi yang diproses dengan bekas galon air mineral,” jelasnya.

Pupuk organik cair tipe ini, lanjut Marsono, karakteristiknya tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, dan yang membedakan hanya wujudnya saja yaitu cair dan padat.

Dengan inisiasinya itu, masyarakat Kecamatan Sendang akhirnya bisa merasakan manfaat dari kotoran sapi dan sisa susu. Sehingga masyarakat tidak lagi membuang limbah sapi perah ke sungai dan kualitas air sungai bisa menjadi bersih kembali. (sin/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...