Sabtu
17 Oktober 2026 | 7 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyuwangi Kembangkan Beras Biofortifikasi, Bupati Ipuk Harap Kualitas Gizi Masyarakat Meningkat

PDIP-Jatim-Beras-Bernutrisi-Banyuwangi-05062025

BANYUWANGI – Banyuangi membuat terobosan dengan mengembangkan beras biofortifikasi (beras bernutrisi). Yaitu, padi yang dibudidayakan dengan cara meningkatkan kandungan gizinya.

Beras ini mengandung berbagai macam vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti Vitamin A, B1, B3, B12, B9 (asam folat), zat besi, dan zinc, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa terobosan tersebut selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo.

“Selain mendukung ketahanan pangan, pengembangan beras bernutrisi juga memperkuat pembangunan SDM,” ujar Ipuk di Banyuangi, Rabu (4/6/2025).

Ia berharap, kualitas gizi masyarakat semakin meningkat. “Selain itu, juga bisa menekan bahkan mencegah stunting,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Beras biofortifikasi diproduksi melalui modifikasi genetik tanaman padi untuk meningkatkan kandungan gizi. Pengembangan beras ini dilakukan pemkab bersama produsen pertanian ramah lingkungan yang berbasis di Banyuwangi, Pandawa Agri Indonesia, Danone Indonesia dan Bulog Banyuwangi.

CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa Putra, menjelaskan saat ini pengembangan beras biofortifikasi dilakukan di lahan seluas 60 hektare dengan melibatkan puluhan petani. Lahan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Blimbingsari, Licin, Glagah, Singojuruh dan Sempu.

“Tahun 2026 akan kami perluas hingga 500 hektare dengan melibatkan 100-an petani,” ujar Kukuh.

Dalam pelaksanaannya, pendampingan dari hulu ke hilir kepada para petani, mulai penyiapan benih, pengolahan lahan, proses budidaya, hingga perlakuan pasca panen. Dengan pendampingan tersebut, produktivitas tanaman padi bisa ditingkatkan hingga 15 per sen.

Kukuh menambahkan, dalam proses budidaya padi biofortifikasi tersebut, pihaknya konsisten menerapkan pertanian ramah lingkungan. Misalnya, melakukan pemupukan berimbang dan rasional, menggunakan decomposer jerami untuk meningkatkan bahan organik tanah, serta menerapkan sistem pengairan basah kering untuk menekan emisi gas rumah kaca.

“Selain hemat biaya, teknik pertanian ini juga lebih ramah lingkungan,” tambah Kukuh. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kanang Minta Kader PDIP yang Ingin Jadi Wabup Ponorogo Perkuat Konsolidasi Lintas Partai

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, meminta kader PDI Perjuangan yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...