Sabtu
03 Oktober 2026 | 12 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyak Sekolah Negeri di Ngawi Tanpa Kepsek, Begini Atensi Slamet Riyanto

IMG-20220831-WA0026_copy_900x507

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi menyoroti masih banyaknya jabatan kepala sekolah yang lowong. Hal itu diutarakan oleh Ketua Komisi II yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan, Slamet Riyanto.

Menurut dia, setidaknya ada 119 lembaga pendidikan sekolah negeri di Kabupaten Ngawi tanpa adanya kepala sekolah yang paten. Jabatan kepsek di sejumlah SDN itu, untuk sementara dipegang kepala sekolah pelaksana tugas.

“Sekarang animo guru-guru untuk naik jabatan jadi kepala sekolah, kecil,” kata Slamet Riyanto, kepada pdiperjuangan-jatim.com, Selasa (13/9/2022).

Slamet Riyanto berpandangan, minimnya minat guru untuk naik jabatan jadi kepala sekolah diperkirakan karena beban tanggung jawab yang berat, tapi tidak sebanding dengan tunjangan yang diterima.

“Mungkin karena beban tanggung jawab yang besar, tidak sebanding dengan tunjangan jabatan yang diterima,” ujarnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, lanjut Slamet Riyanto, sebenarnya sudah melaksanakan seleksi calon kepala sekolah. Calon kasek diambil dari guru-guru penggerak. Untuk seleksinya, Slamet Riyanto menyebut sudah selesai dilakukan.

Sementara untuk penempatan kepala sekolah baru di lembaga pendidikan yang lowong itu, akan dilakukan setelah pelaksanaan Diklat Kepala Sekolah. Namun untuk pelaksanaannya, Slamet Riyanto mengaku belum mendapatkan informasi terbaru.

“Sebanyak 119 orang yang telah lulus seleksi, akan didiklat terlebih dahulu. Kemudian baru penempatan. Untuk pelaksanaannya bisa dikonfirmasi kepada dinas terkait,” ujarnya.

Slamet Riyanto yang juga kepala Badiklat Cabang Ngawi tersebut juga membeberkan, berdasarkan dengar aspirasi dengan guru yang telah lolos seleksi, penempatan tugas semestinya dilakukan sebelum PPDB atau setelah PPDB, namun tidak dengan rentang waktu yang lama.

“Sehingga untuk hasil PPDB bisa langsung dihandle oleh kepala sekolah yang baru. Tapi ya itu tadi, ketika saya konfirmasi masih menunggu Diklat,” ucapnya.

Adapun Slamet Riyanto tidak ingin masalah lowongnya kepala sekolah di sejumlah lembaga pendidikan negeri di Ngawi berlarut-larut. Karena itu perlu segera dilakukan penempatan kepala sekolah di lembaga pendidikan masing-masing.

“Saya harap tidak ada perkejaan yang tidak bisa diselesaikan,” papar Slamet Riyanto, ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi, terkait lowongnya jabatan kepala sekolah. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sinergi Pemkab Banyuwangi dan AirNav Hadirkan Infrastruktur Dasar di Kampung Seling

BANYUWANGI – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dengan berbagai pihak terus diperkuat untuk ...
KABAR CABANG

Tahlil Tujuh Hari Guruh, PDIP Kabupaten Kediri Tekankan Pentingnya Merawat Budaya

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari wafatnya Guruh Soekarnoputra sekaligus meneguhkan ...
LEGISLATIF

Pengaturan Jam Operasional Pasar Tanjung Jember, Widarto: Ini Sudah Bijaksana

JEMBER – Polemik penataan Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, untuk sementara menemukan jalan tengah. Pemerintah ...
LEGISLATIF

Anas Karno Minta RT/RW Data Warga yang Desilnya Tak Sesuai Kondisi Riil

SURABAYA – Keluhan warga terkait ketidaksesuaian data desil kesejahteraan kembali muncul dalam reses Anggota DPRD ...
KRONIK

Mahasiswa Ramai-Ramai Datangi DPRD Jember, Candra: Jangan Antipolitik

JEMBER – DPRD Jember didatangi sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sepanjang pekan ini. ...
KRONIK

Cegah Kebakaran, Diana Sasa Dorong Pemkab Buat Satu Data Terpadu

MAGETAN — Satu data yang terpadu terkait bencana kebakaran menjadi salah satu faktor dalam upaya pencegahan. Hal ...