Rabu
22 Juli 2026 | 3 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyak Kasus Keracunan, Khamim Minta Dapur SPPG Tak Disiplin Disanksi Tegas

pdip-jatim-250529-khamim

BATU – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu Khamim Tohari minta pemberlakuan sanksi tegas terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tak disiplin. Ini tak lepas dari serentetan kasus makanan tak layak hingga keracunan massal pada program makan bergizi gratis (MBG).

Selain di Sleman dan beberapa daerah lain, baru-baru ini temuan makanan tak layak konsumsi juga menimpa program MBG di Kota Batu. Bahkan 2 sekolah memutuskan menghentikan sementara distribusi MBG tersebut sebelum ada evaluasi tegas.

Menurut Khamim, jika ada kasus keracunan atau makanan tak layak konsumsi, sudah pasti itu adalah ketidakseriusan dan kelalaian dari petugas dapur SPPG sendiri.

“Kalau sampai ada yang keracunan, berarti yang bermasalah dapur SPPG-nya,” kata Khamim, Minggu (28/9/2025).

Politisi PDI Perjuangan tersebut mendorong pemerintah atau Badan Gizi Nasional (BGN) untuk merumuskan dan memberlakukan sanksi tegas atas tindakan indisipliner tersebut.

“Harus dipertanyakan itu kok bisa sampai ada yang lolos makanan basi, piring ompreng kotor. Harusnya di dapur SPPG kan sudah ada mekanisme pengawasannya,” tegas dia.

Khamim menerangkan bahwa pemerintah sudah seharusnya menjamin keamanan pangan program MBG dengan cara memastikan setiap penyedia makanan memenuhi standar keamanan pangan. Termasuk sertifikasi resmi agar mutu gizi dan higienitas terjamin.

Dia juga mendorong keterlibatan puskesmas, tenaga gizi, dan petugas kesehatan lingkungan dalam pengawasan distribusi makanan MBG di sekolah-sekolah. Termasuk menanggung biaya pengobatan jika kemungkinan buruk terjadi keracunan.

“Jika terjadi kasus keracunan, jadi tanggung jawab pemerintah. Saya mendorong harus ada jaminan keamanan dengan menanggung biaya pengobatan, bukan orangtua atau sekolah,” ujarnya.

Khamim berharap program MBG di Kota Batu bisa berjalan dengan baik sehingga penerima manfaat betul-betul merasakan dampak positif dari program ini bagi generasi emas 2045.

“Program ini sebenarnya niatnya baik, tapi juga jangan sampai salah kelola. Pastikan program ini benar-benar menjamin kualitas gizi anak-anak dan itu adalah tanggung jawab pemerintah,” tutup Khamim. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...