SURABAYA – Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno minta kemampuan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Pahlawan ditingkatkan untuk menghadapi situasi pandemi Covid-19.
Menurut Anas, pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal dalam kehidupan saat ini, salah satunya dari sisi perekonomian. Jika pelaku UMKM masih menggunakan cara lama dalam aktivitas ekonominya, maka pada saat pandemi semua itu harus berubah.
“Cara konvensional tidak bisa selalu dipakai dalam situasi seperti saat ini. Saat ini era digital, jadi sudah saatnya para pelaku UMKM sudah berpikir ke arah sana,” kata Anas Karno di Surabaya, Rabu (8/9/2021).
Anas menjelaskan UMKM yang akan diakses masyarakat adalah UMKM yang bisa memanfaatkan momentum di era digital ini dengan baik, bergerak bersama ke arah perkembangan teknologi digital.
Jika UMKM hanya sekadar menggunakan cara manual, lanjut dia, pasti akan kalah. “Banyak pelaku UMKM yang sukses yang mengikuti perubahan zaman,” katanya.
Untuk itu, lanjut dia, UMKM juga harus memanfaatkan fasilitas digital saat ini. UMKM harus bisa memanfaatkan teknologi ini dalam membangun komunikasi dan jaringan penjualan.

Dengan penguasaan pengetahuan mengenai jaringan ini, sebut Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini, UMKM tersebut bisa menjadi leader.
Pemerintah Kota Surabaya dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM, kata Anas, harus mendukung dengan memberikan fasilitas khusus kepada pelaku UMKM. Menurutnya, ketika semua orang memiliki usaha, pendapatan negara akan meningkat.
“Ketika pendapatan masyarakat meningkat, pajak juga akan meningkat sehingga pembangunan juga akan meningkat. Tentunya masyarakat bisa melalui masa-masa sulit di tengah pandemi,” papar Anas.
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji sebelumnya mendorong pelaku UMKM beralih promosi menggunakan platform digital.
Armuji mengapresiasi usaha dari para pelaku UMKM di Surabaya yang telah berjuang di tengah pandemi Covid-19 dan memberikan motivasi untuk terus berjuang mengambil peran dalam upaya pemulihan ekonomi.
“Dinas Koperasi dan UMKM akan melakukan pendampingan dan promosi terhadap pelaku usaha mikro. Jadi sudah harus beralih menggunakan platform digital agar bisa bersaing,” ujarnya. (red)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












