SURABAYA — Ketua Koperasi Mega Bhakti DPD PDI Perjuangan Jawa Timur terpilih, Erma Susanti, menegaskan komitmennya menjadikan koperasi sebagai pilar ekonomi gotong royong yang berakar pada kekuatan rakyat.
Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Mega Bhakti, Kamis (9/4/2026), Erma menekankan bahwa pengembangan koperasi tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah anggota, tapi juga membangun kesadaran kolektif dan partisipasi aktif sebagai ruh utama ekonomi kerakyatan.
“Kami tidak hanya ingin merekrut anggota, tetapi membangun kesadaran bersama untuk menggerakkan ekonomi gotong royong,” ujarnya.
Baca juga: Koperasi Mega Bhakti Bidik 3.000 Anggota Baru, Perkuat Gerakan Ekonomi Rakyat
Menurutnya, Koperasi Mega Bhakti harus menjadi wadah perjuangan ekonomi rakyat yang hidup, di mana setiap anggota terlibat aktif, saling menguatkan, dan merasakan manfaat secara langsung.
“Koperasi ini dari, oleh, dan untuk anggota. Semangatnya adalah kebersamaan, hasilnya pun kembali untuk kesejahteraan bersama,” tegas perempuan yang juga anggota Komisi E DPRD Jatim itu.
Untuk memperkuat arah tersebut, Erma menyiapkan pembenahan kelembagaan melalui penataan struktur pengurus dan pengawas, peningkatan kualitas keanggotaan, serta penguatan kepatuhan terhadap AD/ART.
Langkah ini diharapkan mampu menjadikan Koperasi Mega Bhakti sebagai lembaga yang sehat, kuat, dan berdaya saing, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai kerakyatan.
Ia juga menyoroti besarnya potensi koperasi yang ditopang jaringan kader hingga akar rumput. Namun, potensi itu harus diiringi dengan kesadaran dan keterlibatan aktif anggota.
“Kekuatan koperasi bukan hanya pada jumlah, tetapi pada kesadaran dan partisipasi anggota dalam menjalankan usaha bersama,” katanya.
Erma yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung itu menegaskan, koperasi merupakan wujud nyata ekonomi Pancasila yang mengedepankan gotong royong sebagai jalan membangun kemandirian ekonomi rakyat.
Dengan semangat tersebut, Koperasi Mega Bhakti diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










