oleh

Bamusi Siapkan Mubaligh Kebangsaan

-Berita Terkini, Kronik-40 kali dibaca

pdip-jatim-mega-pelatihan-mubaligh-bamusiJAKARTA – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) menggelar Pelatihan Mubaligh Kebangsaan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Senin (31/10/2016). Pelatihan oleh organisasi sayap PDI Perjuangan ini bertujuan untuk melahirkan mubaligh yang mampu menyampaikan misi Islam yang rahmatan lil alamin.

Hadir di acara yang bertajuk Meneguhkan Islam Rahmah (Islam Nusantara Berkemajuan Untuk Indonesa Raya) itu, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, bersama Sekjen Hasto Kristiyanto.

Selain itu juga dihadiri Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dan Ketua PBNU KH Said Agil Siraj dan KH  Marsudi Suhud.

Ketua Umum Bamusi Hamka Haq mengatakan, pelatihan mubaligh kebangsaan ini diikuti mubaligh-mubaligh dari organisasi-organisasi Islam terbesar di Indonesia. Seperti dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Tarbiyah Islamiyah.

“Bamusi berharap para mubaligh akan menyampaikan nilai-nilai Islam yang subtansial. Yaitu Islam yang damai dan cinta persaudaraan,” kata Hamka Haq.

Pria yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini menyebut, kegiatan tersebut digelar juga untuk menyikapi masih adanya pihak- pihak yang masih menyoalkan Islam dan Pancasila sebagai dasar negara.

Padahal, jelas dia, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sudah sejalan dengan nilai-nilai hakiki dari Islam. “Bangsa Indonesia sejati telah mengamalkan keimannya terhadap Islam melalui Pancasila,” urainya.

Hamka menambahkan, bahwa Bamusi bersama PDI Perjuangan akan mengamalkan nilai-nilai Islam dengan menebar kedamaian dan kebermanfaatan bagi seluruh anak bangsa.

Sebab, terangnya, Islam hadir bukan hanya untuk Islam itu sendiri. Tapi Islam hadir untuk kebahagian seluruh umat manusia.

“Kita hadir untuk memperjuangkan dan memuliakan manusia. Karena inilah misi dakwah yang sebenarnya yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, yakni melayani seluruh umat,” jelasnya.

Kehadirian Bamusi dan PDIP, imbuh Hamka, berkontribusi dalam pembangunan bangsa yang mengayomi seluruh warga. Bukan untuk mengayomi kelompok tertentu.

Dia juga berpesan agar umat Islam di Indonesia harus senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Agar bangsa yang besar ini tidak mudah diadu domba yang akan melahirkan perpecahan, permusuhan dan bermuara pada konflik.

“Kita tidak ingin Indonesia seperti di Timur tengah. Kita ingin Islam hadir memberi ketenangan dan kesejukan bagi umat lainnya,” harapnya. (goek/*)