Kamis
22 Oktober 2026 | 8 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bambang Logos: PDI Perjuangan Peduli pada Stunting

PDIP-Jatim-Bambang-Juwono-29082022

PONOROGO – Permasalahan stunting masih menjadi persoalan yang serius di Kabupaten Ponorogo. Berdasarakan data per 12 Juli 2022, prevalensi stunting di Ponorogo menunjukkan di kisaran 20 persen. Prevalensi tersebut masih di bawah Jawa Timur sekitar 23,5 persen dan nasional sekitar 24 persen.

Karena itu, berbagai pihak berupaya untuk menekan kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah lima tahun (balita) ini. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Bambang Juwono, dengan menggandeng Dinas Kesehatan Ponorogo, melakukan Sosialisasi Perda No. 2 Tahun 2016 tentang Upaya Kesehatan: Kesehatan Reproduksi, Perbaikan Gizi, dan Stunting.

Bertempat di Aula Madrasah Aliyah (MA) Putri Ma’arif, sosialisasi perda tersebut menyasar kaum perempuan Fatayat Nahdlatu Ulama (NU) se-Ponorogo. Bambang Juwono menyampaikan, perempuan memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang berkualitas. Untuk itu, sosialisasi sudah diberikan sebelum mereka menikah.

“Justru sebelum masa kelahiran sudah ada pemahaman calon bapak dan calon ibu bagaimana melahirkan anak-anak yang sehat, cerdas, nggak kena stunting,” ujar Logos, sapaan akrab Bambang Juwono, Minggu (28/8/2022).

Edukasi terkait stunting menjadi langkah pertama yang bisa dilakukan, dengan harapan para calon orang tua mampu untuk memahami dan menerapkan ilmu tersebut ke depannya. Apalagi, menurut Logos, Ponorogo termasuk daerah yang memerlukan penanganan yang lebih masif.

“Itu menjadi kepedulian kami, PDI Perjuangan. Yang kita lakukan ini menyangkut cara berpikir kita. Sebelum kita bertindak, apa yang diperlukan oleh anak, ya kita harus punya referensi ilmu pengetahuan,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu.

Lebih lanjut, Logos juga menjelaskan, pihaknya tak cukup berhenti sampai di sini saja. Ia berharap bisa melakukan kegiatan yang sama secara lebih masif lagi terutama menyasar komunitas perempuan atau ibu-ibu.

“Ini menyangkut masa depan. Anak-anak harus dijaga kesehatannya agar ketika lahir menjadi generasi yang berkualitas,” lanjutnya.

Sementara itu, Lis Suwarni, perwakilan Dinas Kesehatan Ponorogo, mengungkapkan, stunting bisa dicegah sejak bayi dalam kandungan hingga anak berumur dua tahun.

“Di tahun berikutnya gizinya nggak ngaruh di tinggi, tapi badan. Waktu dewasa mereka cenderung terkena obesitas,” ujar Lis. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sony Serahkan Bantuan Alsintan pada 23 Kelompok Tani, Tegaskan Gratis

BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menyalurkan bantuan 26 unit alat dan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Gelar Cak dan Ning Surabaya Bisa Dicabut

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan gelar Cak dan Ning Surabaya dapat dicabut apabila pemegangnya ...
KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...