Rabu
14 Oktober 2026 | 8 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDIP Usulkan MJC Digitalisasi 2.574 Pasar Rakyat Jatim, Libatkan 100 Talenta Muda

pdip jatim 260910 Indriani

SURABAYA – Digitalisasi 2.574 pasar rakyat di Jawa Timur diusulkan melibatkan talenta muda melalui program Millennial Job Center (MJC). Skema ini diharapkan membantu pedagang memperluas pemasaran sekaligus membuka lapangan kerja berbayar bagi generasi muda.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Indriani Yulia Mariska, mengatakan talenta muda dapat dilibatkan dalam pembuatan katalog digital, pengelolaan WhatsApp Business, produksi foto dan video produk, hingga penyusunan materi promosi bagi pedagang pasar.

“MJC harus mampu membuka peluang kerja yang nyata bagi generasi muda. Di sisi lain, pedagang pasar membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha. Keduanya bisa dipertemukan melalui proyek yang jelas dan berbayar,” kata Indriani di Surabaya, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan Direktori Pasar Rakyat 2024 Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur memiliki 2.574 pasar rakyat. Menurut Indriani, potensi tersebut perlu diperkuat dengan pendampingan digital agar pedagang mampu beradaptasi dengan perubahan pola belanja masyarakat.

“Pedagang pasar jangan dibiarkan berjuang sendiri menghadapi perubahan zaman. Sementara itu, anak-anak muda perlu diberi ruang untuk menerapkan keahliannya sekaligus memperoleh penghasilan,” tegas Bendahara DPC PDI Perjuangan Sumenep tersebut.

Indriani mengusulkan proyek percontohan MJC Pasar Rakyat yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pengelola pasar, dan paguyuban pedagang. Program tahap awal itu dirancang berlangsung selama tiga bulan, dengan melibatkan 100 talenta muda untuk mendampingi 200 pedagang melalui 100 paket proyek berbayar.

“Kita perlu memastikan ada kebutuhan nyata yang bisa dikerjakan, ada proyeknya, dan ada pembayaran atas pekerjaan tersebut,” ujarnya.

Anggota Komisi E DPRD Jatim itu juga mendorong evaluasi anggaran dan capaian MJC 2026. Evaluasi, menurut dia, perlu mengukur jumlah peserta yang memperoleh proyek berbayar, keberlanjutan penghasilan mereka, serta perkembangan usaha pedagang setelah mendapatkan pendampingan.

Dengan demikian, keberhasilan program tidak cukup dinilai dari jumlah peserta pelatihan. Dampak terhadap penghasilan talenta muda dan kemampuan pedagang mengembangkan usaha juga perlu menjadi indikator.

“Yang ingin kita dorong adalah program yang manfaatnya dirasakan kedua belah pihak. Jadi, dampaknya harus bisa diukur, bukan sekadar dihitung dari jumlah peserta pelatihan,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Doding Rahmadi Bakal Bangun Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan di Trenggalek

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, merencanakan pembangunan sumur bor untuk mengatasi ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Usulkan MJC Digitalisasi 2.574 Pasar Rakyat Jatim, Libatkan 100 Talenta Muda

SURABAYA – Digitalisasi 2.574 pasar rakyat di Jawa Timur diusulkan melibatkan talenta muda melalui program ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Dorong Tuban Jadi Motor Ekonomi Pantura Berbasis Industri, Maritim, dan Pariwisata

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan mendorong Kabupaten Tuban dikembangkan sebagai motor ...
LEGISLATIF

Puan Desak Tambahan Pasokan BBM Bali Diikuti Perbaikan Distribusi hingga SPBU

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah dan Pertamina memastikan tambahan pasokan bahan bakar ...
KRONIK

PDIP Surabaya Fokus Konsolidasi dan Kerja Kerakyatan untuk Menangkan Pemilu 2029

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya memprioritaskan konsolidasi organisasi dan penguatan kerja kerakyatan ...
KRONIK

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis, Bantu 4.869 Warga

BANYUWANGI –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ...