Kamis
03 September 2026 | 2 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bakar Semangat Revolusi Kader Surabaya-Sidoarjo, Komarudin : Gen Banteng Itu Gen Pejuang

PDIP-Jatim-Komarudin-Watubun-03082024

SURABAYA – Komandan Satgas Nasional, Komarudin Watubun, mengingatkan para satgas untuk tegas antisipasi pelanggaran Pilkada 2024.

Hal tersebut disampaikan Komarudin saat menjadi inspektur Apel Satgas Cakra Buana wilayah Surabaya dan Sidoarjo di Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (4/8/2024).

“Hari ini kita berdiri di tugu pahlawan, di sini pejuang bangsa yang gugur. Karena itu, hari ini jangan saudara jual diri karena sembako. Kalau kita tidak mampu membawa negeri sesuai cita-cita dan pengorbanan mereka, para pejuang, jangan rusak negara ini,” ujarnya saat memberi amanat apel.

Di hadapan sekira 5000 satgas, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan itu menegaskan pentingnya kebangkitan semangat revolusi. “Kita adalah gen pejuang bukan gen penikmat,” tegasnya.

Jika dulu, lanjutnya, revolusi baru terwujud setelah banyak tragedi, kini hal tersebut bisa dilakukan dengan menguras tenaga dan pikiran demi berjuang menegakkan keadilan.

“Hari ini kita buat percikan revolusi. Kita apel untuk mengingatkan kembali bahwa ancaman serius kalau kita tidak bangkit dan berjuang, masa depan anak cucu ke depan terancam,” tuturnya.

Terlebih, berkaca pada Pilpres 2024, banyak pelanggaran, namun nihil keadilan. Hukum disalahgunakan untuk kepentingan kelompok yang berimbas ke terancamnya masa depan bangsa.

“Kita merasa terganggu ketika warga negara diperlakukan tidak adil, maka kita bangkit dan lawan. Itulah kenapa Ibu Mega berjuang dan ajak kita berjuang untuk menegakkan keadilan di negeri ini,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta para satgas betul-betul mengawal Pilkada tahun ini. Sebarkan nilai-nilai kebenaran, dan lawan ancaman-ancaman pelanggaran. “Teman-teman satgas punya tugas datang ke RT-RW, beritahu mereka untuk jangan takut. Republik ini punya bersama bukan punya keluarga,” imbuhnya.

“Kalau jaman Pak Harto itu momoknya adalah PKI, hari ini hukum dipakai untuk mengintimidasi dan menyengsarakan orang. Kita nyatakan kesetiaan kita untuk menjaga kehormatan wibawa bangsa,” lanjutnya.

Komarudin juga menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti di Surabaya saja, akan tetapi juga akan meneruskan perjalanan keliling Indonesia dengan semangat yang sama. Perangi ketidakadilan dan ancaman Pilkada.

“Kami setelah ini akan berangkat ke Sumatra, Papua, NTT, keliling supaya kita ingatkan pilkada tidak digunakan untuk kepentingan kelompok, tapi harus pesta demokrasi dinikmati oleh seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sekadar informasi, gelaran apel turut dihadiri segenap pengurus Partai lintas kota, yakni DPC PDI Perjuangan Surabaya, Sidoarjo dan pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri: Maulid Nabi Jangan Sekadar Bersholawat, Teladani Akhlak Rasulullah

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan Maulid Nabi tidak cukup dengan bersholawat, tetapi harus diwujudkan ...
KABAR CABANG

Guntur Soroti Literasi Politik Anak Muda, Apatisme Harus Dijawab dengan Edukasi

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Guntur Wahono menyoroti pentingnya meningkatkan literasi ...
LEGISLATIF

Khamim Perluas Potensi Susu Dusun Brau Lewat Festival Nyusu Bareng

BATU – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu Khamim Tohari mendorong potensi susu lokal Dusun Brau, ...
BERITA TERKINI

Keluhan Peziarah Berulang, Eri Perketat Pengawasan Anjal di Kawasan Makam Sunan Ampel

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pengawasan terhadap anak jalanan (anjal) dan pengamen di ...
KRONIK

Biaya Mahal Pilkades Dikhawatirkan Saring Kandidat Berkualitas

JEMBER – Mahalnya biaya pencalonan kepala desa mulai dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Jember. Mereka khawatir ...
KRONIK

Tampung Keluhan Wali Murid hingga Guru, Bupati Ipuk Bahas Isu Pendidikan di Forum Gesah Bareng

BANYUWANGI – Program “Gesah Bareng Ambi Bupati” kembali digelar, pada Rabu (2/9/2026), di Pendopo Sabha Swagata ...