Sabtu
17 Oktober 2026 | 3 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Apresiasi Kejujuran, Mas Dhito Bangun Rumah Driver Ojol

pdip-jatim-231104-ojol-kediri-1

KEDIRI – Rumah Anggit Setiawan, 34, driver ojek online (ojol) asal Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri dibangun Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Bupati muda yang akrab disapa Mas Dhito itu membangunkan rumah Anggit sebagai bentuk apresiasi atas kejujuran yang dilakukan. Kejujuran Anggit dinilai patut dijadikan sebagai contoh bagi warga lain.

Rumah yang ditempati Anggit beserta istri dan kedua anaknya semula berdinding papan. Rumah itu kini telah dibongkar dan tengah proses pembangunan.

“Terima kasih banyak Mas Dhito, telah merealisasikan membangunkan rumah saya,” ucap Anggit ditemui di rumahnya, Sabtu (4/11/2023).

Rumah Anggit dibangun permanen dengan struktur dinding dari batako. Rumah itu dibangun dengan ukuran 5×12 meter. Setidaknya sudah satu pekan proses pembangunan rumah itu berjalan.

Rumah Anggit dalam proses pembangunan

Driver ojol ini tak henti-hentinya mengucap syukur. Kisah yang mengubah nasibnya itu berawal ketika dirinya mengembalikan dompet berisi uang jutaan rupiah yang dia temukan di jalan kepada pemiliknya.

Kejadian itu terjadi pada Jumat, 14 Juli 2023 silam. Dengan kehidupannya yang tergolong pas-pasan, keikhlasannya mengembalikan dompet yang bukan miliknya itu pun mengundang simpati.

Kisah driver ojol itu pun terdengar sampai ke telinga bupati. Selang beberapa hari kemudian, driver ojol itu diundang ke Kantor Pemkab Kediri.

Setelah mendengar cerita itu secara langsung, Mas Dhito memuji sikap warganya itu. Sebagai bentuk apresiasi bupati muda ini lantas memberikan bantuan yang dibutuhkan Anggit.

Selain membangunkan rumahnya yang kurang layak huni, Mas Dhito juga menjanjikan untuk mencarikan pekerjaan tetap sebagaimana harapan Anggit. Melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Anggit dicarikan pekerjaan dalam pengelolaan Stadion Canda Bhirawa Pare.

Rumah Anggit saat belum dibangun.

Dengan pekerjaan yang didapatkan, Anggit merasa sangat bersyukur. “Alhamdulilah saat ini sudah mendapat pekerjaan tetap,” ungkapnya.

Kebahagiaan yang didapatkan Anggit itu juga dirasakan orang tuanya. Sutik, ibunya mengaku senang dan bersyukur atas bantuan yang diberikan Bupati Kediri kepada anaknya.

“Sangat senang dan bersyukur, terima kasih Mas Dhito membantu Anggit. Mudah-mudahan Mas Dhito selalu sehat,” ucap ibu Anggit.

Dengan pekerjaan yang kini telah didapatkan, Mas Dhito berharap Anggit mendapat penghasilan tetap setiap bulan yang dapat mengangkat kesejahteraan keluarganya.

Dari kisah ini, kader PDI Perjuangan tersebut mengajak seluruh jajaran di Pemerintahan Kabupaten Kediri dan semua warganya supaya tetap menjaga budaya kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...