BLITAR– Wali Kota Blitar Santoso menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam untuk menghadapi dampak La Lina yang diperkirakan terjadi pada November nanti.
Apel kesiapsiagaan bencana alam itu dilakukan di Alun-alun Kota Blitar, Senin (25/10/ 2021).
Santoso mengatakan agenda ini serentak dilaksanakan di Kota/ Kabupaten se-Jawa Timur. Apel gabungan ini menjadi bentuk kesiapan stakeholder dalam menghadapi dampak La Nina di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Berdasarkan rilis dari BMKG, La Nina terjadi pada bulan November-Februari 2022 yang mengakibatkan curah hujan tinggi.
Dengan begitu terdapat beberapa bencana alam yang perlu diantisipasi. Antara lain banjir, longsor, angin puting beliung dan lain sebagainya.
Santoso menyebut sesuai arahan Gubenur Jawa Timur, pihaknya akan segera menyusun rencana konverjensi bencana, sosialisasi ke masyarakat, menyiagakan satuan tugas, menyiapkan jalur evakuasi dan lain-lain.

Tidak hanya itu, pihaknya juga telah menyiapkan anggaran di OPD terkait, sebagai upaya penanggulangan bencana yang sewaktu-waktu terjadi di Bumi Bung Karno.
“Diperkirakan mulai November ini, curah hujan akan meningkat, jadi kita harus siaga akan kemungkinan adanya bencana alam,” kata Santoso.
Sementara komitmen Pemerintah Kota Blitar ini juga mendapat dukungan dari beberapa instansi terkait.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Blitar, Dicky Arianto mengaku telah menyiagakan 5 unit kendaraan armada dan 20 personel pemadam kebakaran yang siap siaga diturunkan jika terjasi bencana alam atau non alam.
“Kami sudah menyiapkan, personel serta alat, semuanya sudah siap, bahkan 5 unit Mobil Damkar juga sudah kami siagakan,” ujar Dicky.
Apel kesiapsiagaan bencama ini diikuti personel TNI-Polri, Bakesbangpol dan PBd, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Lingkungan Hidup dan UPT Pemadam Kebaran Kota Blitar. (arif/pr)