Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Ponorogo Gelar Apel Siaga

 45 pembaca

PONOROGO – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mempimpin Apel Gelar Pasukan dan Perlengkapan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi tahun 2021 Kabupaten Ponorogo pada Senin (25/10/2021) di Alun-Alun Kabupaten Ponorogo.

Kegiatan tersebut dalam rangka mempersiapkan seluruh potensi, baik SDM maupun peralatan, dalam menghadapai dan melakukan antisipasi bencana alam tahun 2021 di wilayah Ponorogo. Sebanyak 300 pasukan yang merupakan perwakilan dari berbagai unsur hadir dalam apel pasukan tersebut. Mulai dari BPBD, TNI, Polri, Tagana, Pramuka, ORARI, RAPI, Relawan Desa Tangguh Bencana hingga Komunitas Jeep.

“Kita tahu Ponorogo ini bagian dari Jawa Timur yang memang merupakan wilayah rawan bencana. Sehingga, pagi ini pasukan untuk mitigasi dan penanggulangannya kita apelkan dan kita siapkan peralatannya. Harapannya, tidak ada bencana, tapi kita harus bersiap untuk itu,” kata Bupati Sugiri usai memimpin apel gelar pasukan.

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di pulau Jawa yang sering dilanda bencana, khususnya bencana hidrometeorologi. Hal tersebut disebabkan wilayah Jawa Timur yang berada pada 2 aliran sungai besar, yaitu sungai Bengawan Solo dan sungai Brantas.

Menurut data dari BPBD Jatim, tercatat sejak tanggal 1 Januari sampai 19 Maret 2021 telah terjadi 258 bencana banjir di wilayah Jawa Timur. Sebelas di antaranya merupakan banjir bandang dan tiga kali terjadi banjir rob.

“Melihat besarnya ancaman bencana alam hidrometeorologi, kita harus meningkatkan kewaspadaan terlebih saat ini akan memasuki musim penghujan pada bulan November 2021 dan puncaknya pada bulan Januari hingga Februari 2022,” jelas Bupati dari PDI Perjuangan itu.

Perlu diketahui, diperkirakan curah hujan akan mengalami peningkatan. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaruh badai La Nina yang memicu peningkatan curah hujan hingga 20 sampai 70 persen. (jrs/set)