Senin
01 Juni 2026 | 4 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Angsoka Ajak Kader Banteng Jatim Sebarkan Nilai Pancasila Secara Inovatif

pdip-jatim-221201-kader-madya-1

BATU – Co-Founder Yayasan Beneran Indonesia Angsoka Yorintha Paundralingga meyakini bahwa Pancasila adalah bintang petunjuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hanya dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila yang bisa mengantarkan Indonesia menuju era kejayaan serta kesejahteraan.

Dalam perjalanannya, Pancasila menghadapi berbagai tantangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Seperti radikalisme, disrupsi teknologi, krisis iklim, belum lagi ditambah infiltrasi nilai-nilai liberalisme dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Oleh sebab itu Angsoka minta kader-kader PDI Perjuangan yang menjadi peserta Pendidikan Kader Madya agar bisa secara inovatif menyebarkan nilai-nilai Pancasila.

Dia mencontohkan, Bung Karno sebagai sosok yang dikenal revolusioner dan inovatif dalam perjuangan mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Bahkan di usia 29 tahun, Bung Karno sudah menjadi Ketua Umum Partai Nasional Indonesia (PNI).

“Inovasi harus diawali oleh empati. Kalau Bung Karno tidak ada empatinya, tanah airnya tidak akan bisa merdeka,” ujar Angsoka dalam paparannya secara daring kepada peserta Pendidikan Kader Madya yang digelar Badiklatda PDI Perjuangan Jawa Timur, di Wisma Perjuangan, Oro-oro Ombo, Kota Batu, Kamis (1/12/2022).

“Jadi kaderisasi ini penting, revolusi mental ini ditulis oleh Bung Karno, supaya kita bisa memberikan kontribusi kepada banyak orang,” sambungnya.

Wakil Kepala Badiklat DPP PDI Perjuangan tersebut menjelaskan, Bung Karno memiliki visi dan cita-cita besar untuk mencapai Indonesia merdeka.

Menurutnya, tidak sekadar pandai dalam beretorika, Bung Karno juga pandai dalam meramu dan meracik strategi untuk membangkitkan semangat perjuangan rakyat.

Hal ini, sebut Angsoka, tidak akan bisa dilakukan oleh Bung Karno apabila tidak memiliki bekal pengetahuan yang berasal dari berbagai literatur yang telah dia kuasai serta pengalamannya ketika turun ke tengah masyarakat.

Maka, hal yang berkaitan dengan pemahaman literasi serta interaksi keseharian dengan masyarakat menjadi aspek yang tidak boleh dipisahkan, dalam perjuangan kader-kader Banteng untuk membumikan Pancasila di era modern.

“Pendidikannya Bung Karno itu juga untuk mencreate, bukan hanya menjadi pengikut. Maka inilah yang ingin saya dorong kepada bapak dan ibu, bagaimana Pancasila bisa diramu dan dikreasikan sehingga mudah dicerna oleh anak-anak muda,” tuturnya.

Untuk itu, dia minta agar kader-kader Banteng yang menjadi peserta Pendidikan Kader Madya mampu merumuskan langkah-langkah sederhana yang berdampak besar, untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Harlah Pancasila Jadi Momentum Konsolidasi, DPC PDIP Kota Blitar Perkuat Barisan Kader

BLITAR – DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menggelar upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, ...
UMKM

Ketika UMKM Kue Jadul dan Komunitas Gowes Bertemu di Ecopark Randuagung

GRESIK – Pemerintah Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, meluncurkan Pasar Ahad Jajanan Jadul di Ecopark Desa ...
KABAR CABANG

Upacara Harlah Pancasila, Kader Banteng Kota Madiun Diingatkan Tidak Melupakan Sejarah

MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kota Madiun menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, ...
KABAR CABANG

Harlah Pancasila, DPC Sidoarjo Gelar Upacara Bendera dan Beri Penghargaan kepada Penanam Bibit Sukun

SIDOARJO – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Sidoarjo menggelar upacara bendera di kantor sekretariat, Jl Jati ...
HEADLINE

Upacara Hari Lahir Pancasila, PDI Perjuangan Jatim Ingatkan Pesan Persatuan Bung Karno

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak kader menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam ...
EKSEKUTIF

HUT Surabaya ke-733, Armuji Paparkan Capaian dan Tantangan Pembangunan Kota

SURABAYA – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji mengakui pembangunan Kota Surabaya belum sepenuhnya ...