Sabtu
17 Oktober 2026 | 6 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Angsoka Ajak Kader Banteng Jatim Sebarkan Nilai Pancasila Secara Inovatif

pdip-jatim-221201-kader-madya-1

BATU – Co-Founder Yayasan Beneran Indonesia Angsoka Yorintha Paundralingga meyakini bahwa Pancasila adalah bintang petunjuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hanya dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila yang bisa mengantarkan Indonesia menuju era kejayaan serta kesejahteraan.

Dalam perjalanannya, Pancasila menghadapi berbagai tantangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Seperti radikalisme, disrupsi teknologi, krisis iklim, belum lagi ditambah infiltrasi nilai-nilai liberalisme dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Oleh sebab itu Angsoka minta kader-kader PDI Perjuangan yang menjadi peserta Pendidikan Kader Madya agar bisa secara inovatif menyebarkan nilai-nilai Pancasila.

Dia mencontohkan, Bung Karno sebagai sosok yang dikenal revolusioner dan inovatif dalam perjuangan mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Bahkan di usia 29 tahun, Bung Karno sudah menjadi Ketua Umum Partai Nasional Indonesia (PNI).

“Inovasi harus diawali oleh empati. Kalau Bung Karno tidak ada empatinya, tanah airnya tidak akan bisa merdeka,” ujar Angsoka dalam paparannya secara daring kepada peserta Pendidikan Kader Madya yang digelar Badiklatda PDI Perjuangan Jawa Timur, di Wisma Perjuangan, Oro-oro Ombo, Kota Batu, Kamis (1/12/2022).

“Jadi kaderisasi ini penting, revolusi mental ini ditulis oleh Bung Karno, supaya kita bisa memberikan kontribusi kepada banyak orang,” sambungnya.

Wakil Kepala Badiklat DPP PDI Perjuangan tersebut menjelaskan, Bung Karno memiliki visi dan cita-cita besar untuk mencapai Indonesia merdeka.

Menurutnya, tidak sekadar pandai dalam beretorika, Bung Karno juga pandai dalam meramu dan meracik strategi untuk membangkitkan semangat perjuangan rakyat.

Hal ini, sebut Angsoka, tidak akan bisa dilakukan oleh Bung Karno apabila tidak memiliki bekal pengetahuan yang berasal dari berbagai literatur yang telah dia kuasai serta pengalamannya ketika turun ke tengah masyarakat.

Maka, hal yang berkaitan dengan pemahaman literasi serta interaksi keseharian dengan masyarakat menjadi aspek yang tidak boleh dipisahkan, dalam perjuangan kader-kader Banteng untuk membumikan Pancasila di era modern.

“Pendidikannya Bung Karno itu juga untuk mencreate, bukan hanya menjadi pengikut. Maka inilah yang ingin saya dorong kepada bapak dan ibu, bagaimana Pancasila bisa diramu dan dikreasikan sehingga mudah dicerna oleh anak-anak muda,” tuturnya.

Untuk itu, dia minta agar kader-kader Banteng yang menjadi peserta Pendidikan Kader Madya mampu merumuskan langkah-langkah sederhana yang berdampak besar, untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...