Kamis
04 Juni 2026 | 10 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anggota Fraksi PDI Perjuangan Diinstruksikan Tetap di Jakarta 19-30 Oktober

pdip jatim - Bambang Pacul

pdip jatim - Bambang PaculJAKARTA — Fraksi PDI Perjuangan DPR RI menginstuksikan anggotanya tidak meninggalkan Jakarta, mulai 19-30 Oktober 2015. Instruksi untuk ‘stanby’ di ibukota itu tertuang dalam surat Fraksi PDI Perjuangan bernomor 179/F-PDIP/DPR-RI/X/2015 tanggal 9 Oktober 2015.

Surat yang diteken Ketua Fraksi Olly Dondokambey dan Sekretaris Bambang Wuryanto itu menyebutkan, anggota yang sudah memiliki kunjungan kerja ke luar kota atau ke luar negeri pada tanggal-tanggal itu pun diminta menjadwal ulang kunjungan mereka.

Para anggota juga diharuskan untuk tetap berkoordinasi dengan pimpinan poksi atau pimpinan fraksi masing-masing.

Menurut Bambang Wuryanto, instruksi itu dikeluarkan karena PDI Perjuangan tengah mengawal sejumlah hal yang bakal dikonsolidasikan di internal partai. Pertama, terkait pembahasan APBN 2016, sebagai partai pengusung pemerintah, Fraksi PDI Perjuangan perlu mengawal kebijakan fiskal pemerintah.

“Kami perlu turut memastikan alokasi yang ada di setiap pos bisa berjalan sesuai dengan rencana dan strategi,” jelas Bambang, Senin (19/10/2015).

Kedua, lanjut Bambang, PDI Perjuangan juga tengah mengawal RUU Tax Amnesty atau pengampunan pajak. Jika RUU ini nantinya lolos, bakal ada arus pemasukan besar ke negara.

“Kami menaksir uangnya bisa mencapai ribuan triliun. Ini yang perlu kami cermati dan kawal kelanjutannya bakal seperti apa. Karena aturan baru ini juga bisa menggenjot pemasukan dari persentase pajak,” kata dia.

Terakhir, lanjut Bambang, poin yang menjadi sorotan adalah soal revisi UU KPK. Rencana revisi ini sempat kembali mencuat pada awal Oktober lalu setelah diusulkan enam fraksi, termasuk PDI Peruangan, dalam rapat Badan Legislatif (Baleg) DPR pada 6 Oktober 2015.

Namun, Presiden dan DPR memutuskan untuk menunda pembahasan revisi UU KPK ini hingga masa sidang berikutnya. “Wacana ini sudah bergulir, dan kami PDI Perjuangan harus siap memiliki sikap,” ujarnya.

Tak kalah penting, lanjut dia, selalu terjadi hal-hal di luar dugaan di akhir masa sidang. Usul-usul baru dari berbagai suara bisa muncul begitu saja tanpa diprediksi sebelumnya.

“Tapi, kami rasa itu wajar, dan untuk itulah kami standby,” ucap Bambang.

Dia membantah instruksi tersebut terkait adanya rumor presiden akan melakukan reshuffle kabinet jilid II. Bambang menegaskan, reshuffle adalah hak prerogatif presiden dan bukan urusan fraksi. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim Angkat Isu Pemanasan Global dalam Bimtek Legislator se-Indonesia

Fraksi PDI Perjuangan DPRD se-Jawa Timur mengangkat isu pemanasan global dan perubahan iklim dalam Bimtek Fraksi ...
KRONIK

Jalur Sarangan dan Tinap Magetan Butuh Penanganan Segera

MAGETAN – Kondisi infrastruktur dan fasilitas keselamatan jalan di sejumlah titik strategis Kabupaten Magetan ...
KRONIK

Selama Bulan Juni, Bupati Sumenep Imbau ASN Pakai Peci Hitam

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki di lingkungan ...
LEGISLATIF

Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah, Novita Hardini Soroti 3 Persoalan Fundamental Pariwisata

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menggarisbawahi tiga persoalan fundamental yang harus segera dituntaskan ...
KRONIK

Jamaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf Manfaatkan Posko Makanan Gratis yang Disediakan Nila Yani Hardiyanti

GRESIK – Posko makanan gratis yang didirikan Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, ...
HEADLINE

319 Legislator PDIP DPRD se-Jatim Ikuti Bimtek Penguatan Pengawasan APBD di Bali

Sebanyak 319 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti Bimtek ...