Kamis
10 September 2026 | 9 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anggota Fraksi PDI Perjuangan Diinstruksikan Tetap di Jakarta 19-30 Oktober

pdip jatim - Bambang Pacul

pdip jatim - Bambang PaculJAKARTA — Fraksi PDI Perjuangan DPR RI menginstuksikan anggotanya tidak meninggalkan Jakarta, mulai 19-30 Oktober 2015. Instruksi untuk ‘stanby’ di ibukota itu tertuang dalam surat Fraksi PDI Perjuangan bernomor 179/F-PDIP/DPR-RI/X/2015 tanggal 9 Oktober 2015.

Surat yang diteken Ketua Fraksi Olly Dondokambey dan Sekretaris Bambang Wuryanto itu menyebutkan, anggota yang sudah memiliki kunjungan kerja ke luar kota atau ke luar negeri pada tanggal-tanggal itu pun diminta menjadwal ulang kunjungan mereka.

Para anggota juga diharuskan untuk tetap berkoordinasi dengan pimpinan poksi atau pimpinan fraksi masing-masing.

Menurut Bambang Wuryanto, instruksi itu dikeluarkan karena PDI Perjuangan tengah mengawal sejumlah hal yang bakal dikonsolidasikan di internal partai. Pertama, terkait pembahasan APBN 2016, sebagai partai pengusung pemerintah, Fraksi PDI Perjuangan perlu mengawal kebijakan fiskal pemerintah.

“Kami perlu turut memastikan alokasi yang ada di setiap pos bisa berjalan sesuai dengan rencana dan strategi,” jelas Bambang, Senin (19/10/2015).

Kedua, lanjut Bambang, PDI Perjuangan juga tengah mengawal RUU Tax Amnesty atau pengampunan pajak. Jika RUU ini nantinya lolos, bakal ada arus pemasukan besar ke negara.

“Kami menaksir uangnya bisa mencapai ribuan triliun. Ini yang perlu kami cermati dan kawal kelanjutannya bakal seperti apa. Karena aturan baru ini juga bisa menggenjot pemasukan dari persentase pajak,” kata dia.

Terakhir, lanjut Bambang, poin yang menjadi sorotan adalah soal revisi UU KPK. Rencana revisi ini sempat kembali mencuat pada awal Oktober lalu setelah diusulkan enam fraksi, termasuk PDI Peruangan, dalam rapat Badan Legislatif (Baleg) DPR pada 6 Oktober 2015.

Namun, Presiden dan DPR memutuskan untuk menunda pembahasan revisi UU KPK ini hingga masa sidang berikutnya. “Wacana ini sudah bergulir, dan kami PDI Perjuangan harus siap memiliki sikap,” ujarnya.

Tak kalah penting, lanjut dia, selalu terjadi hal-hal di luar dugaan di akhir masa sidang. Usul-usul baru dari berbagai suara bisa muncul begitu saja tanpa diprediksi sebelumnya.

“Tapi, kami rasa itu wajar, dan untuk itulah kami standby,” ucap Bambang.

Dia membantah instruksi tersebut terkait adanya rumor presiden akan melakukan reshuffle kabinet jilid II. Bambang menegaskan, reshuffle adalah hak prerogatif presiden dan bukan urusan fraksi. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Agung Priyanto Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo, Agung Priyanto, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) ...
KABAR CABANG

Dampak Kemarau Panjang, DPC Tuban Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Penambangan

TUBAN – Dampak kemarau panjang kian meluas dan memperparah krisis air bersih di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Evaluasi Perubahan KUA-PPAS 2026 Bersama Dinas Koperasi dan UMKM, Apa yang Baru?

​MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Koperasi, Usaha ...
KRONIK

Airlangga Pribadi Kusman Meninggal, Deni Wicaksono: Indonesia Kehilangan Sosok Visioner

SURABAYA – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Ngawi Soroti Perubahan Desil Warga, Keluhan Mengalir

NGAWI – Perubahan data desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian Fraksi PDI ...
KRONIK

Candra Soroti Tata Kelola Pupuk dan Serapan Tembakau di Jember

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Dinas Pertanian memperbaiki tata kelola pupuk ...