KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi mengupayakan penambahan anggaran kegiatan ekskavasi atau penggalian di tempat-tempat yang mengandung benda kepurbakalaan.
“Sebagai Pimpinan di DPRD kami akan mengusulkan penambahan anggaran untuk ekskavasi,” kata Andri Wahyudi kepada pdiperjuangan-jatim.com di Kabupaten Pasuruan, Rabu (2/11/2022).
“Karena fenomena-fenomena penemuan candi atau penemuan benda kuno peninggalan masa kerajaan banyak terjadi di Kabupaten Pasuruan,” imbuh Andri yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan ini.
Terbaru, penemuan bangunan menyerupai candi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Candi, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Andri Wahyudi pun meninjau lokasi tersebut, Selasa (1/11) kemarin.
Dalam peninjauannya, Andri juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga situs dari aksi-aksi tangan jahil.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Kades, Pak Camat Prigen, Kapolsek dan Danramil, untuk menjaga temuan candi ini,” katanya.
“Sebab situs ini adalah warisan peninggalan leluhur kita, nilai kesejarahannya sangat berharga” jelas Andri Wahyudi.
Untuk mendorong kelancaran proses ekskavasi penemuan bangunan candi di Desa Sukoreno, Andri pun telah berinisiatif berkoordinasi dengan BPCB Jatim.
Terpisah, Tim Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur memastikan temuan struktur bangunan dan 4 potongan arca di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Candi, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, memang bangunan candi yang terpendam.
Hal itu dipastikan setelah Tim BPCB melakukan pengamatan di area penemuan pada Senin (31/10).
“Untuk membuktikan candi ini dari kerajaan mana, masih perlu pembuktian lebih lanjut. Mulai dengan melakukan ekskavasi, untuk mengidentifikasi ragam hiasnya. Dari Kerajaan Majapahit kah atau Kerajaan Singosari,” ujar Arkeolog senior BPCB Jatim, M Andi Said. (moc/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










