Sabtu
25 April 2026 | 4 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Andri Usulkan Pemkab Pasuruan Dirikan BUMD Pertanian Demi Nasib Petani

pdip-jatim-dprd-kab-pasuruan-140222-andri

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi memandang perlu bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan untuk membentuk BUMD bidang Pertanian.

Peran BUMD ini diharapkan sebagai jaring pengaman untuk menampung hasil pertanian ketika harga pasar jeblok, serta berperan untuk penetrasi agar produk lokal pertanian bisa masif terdistribusi ke pasar.

“Usulan BUMD Pertanian ini merupakan respon atas kerapnya keluhan yang disampaikan para petani dalam beberapa tahun terakhir,” jelas Andri Wahyudi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan saat berdialog dengan petani Apel Nongkojajar, Sabtu (12/2/2022).

Selain hasil pertanian yang harganya terus merosot, juga menyangkut ketersediaan pupuk subsidi pada saat dibutuhkan.

“Biaya operasional pertanian cenderung meningkat, namun harga jualnya terus menurun. Petani menjadi merugi. Keberadaan BUMD Pertanian akan menjadi alternatif solusi menjaga stabilitas harga komoditas pertanian,” lanjutnya.

BUMD Pertanian nantinya juga bisa berfungsi lain. Seperti mendistribusikan hasil pertanian kepada ASN Pemkab Pasuruan.

Jadi, ASN diwajibkan untuk membeli 1-2 Kg hasil pertanian yang telah dihimpun BUMD pada saat harga jeblok.

“Keseimbangan suplay dan demand ini yang akan menjaga stabilitas harga,” tandasnya.

Petani apel asal Nongkojajar, Sukron, mengaku, di masa pamdemi Covid-19 harga jual apel terus merosot. Dari yang semula Rp 8.000 per Kg, saat ini berada pada harga Rp 4.000 per Kg.

Rendahnya harga jual apel ini tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan para petani. Menurutnya, pola perawatan tanaman apel harus dilakukan secara teratur.

Minimnya penggunaan pupuk dan pestisida karena mahalnya harga, akan mempengaruhi produktivitas dan kualitas buah yang dihasilkan.

Atas problematika itu, Andri pun dititipi usulan agar Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan kepada pemerintah pusat agar membatasi impor apel dari luar negeri. Sehingga stabilitas harga buah apel lokal tetap terjaga.

“Rendahnya harga jual di pasaran, lambat laun akan mempengaruhi kelangsungan hidup para petani. Luasan lahan pertanian juga akan semakin berkurang,” Tukas Sukron, yang merupakan Sekretaris Gapoktan Apel Nongkojajar. (moc/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

50 Persen PAC Diisi Anak Muda, Didik Gatot: Gen Z Jadi Kekuatan Politik Masa Depan

PDIP Kabupaten Malang perkuat regenerasi dengan 50 persen pengurus PAC diisi Gen Z untuk hadapi tantangan politik ...
KABAR CABANG

Antisipasi Kemarau Ekstrem, Kader Banteng dan Petani Bojonegoro Tanam Jagung di Temayang 

BOJONEGORO – Mengantisipasi kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino, sejumlah kader dan petani menanam jagung di ...
KRONIK

PAC Prajurit Kulon Full Gen Z, Didik Prasetiyono: Bangun Kembali Militansi Semangat Kudatuli ’96

MOJOKERTO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Prajurit Kulon mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya PAC yang seluruh ...
LEGISLATIF

Suyatno Ditunjuk Jadi Plt Ketua DPRD Magetan

MAGETAN – Rapat musyawarah pimpinan DPRD Magetan memutuskan H. Suyatno, yang sebelumnya Wakil Ketua DPRD menjadi ...
KRONIK

Wabup Lamongan Ajak Ansor dan Banser Bersinergi Membangun Daerah

LAMONGAN – Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menghadiri apel besar memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-92 ...
KABAR CABANG

Deni: Kader Muda Kunci Kemenangan PDIP Kota Mojokerto di Pemilu 2029

Deni Wicaksono sebut kader muda jadi kunci strategi PDIP Kota Mojokerto menuju target elektoral Pemilu 2029. ...