Rabu
04 November 2026 | 6 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anas: Tak Ada Rumusnya Anak Putus Sekolah karena Kesulitan Biaya

pdip-jatim-azwar-anas-banyuwangi

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi mengalokasikan dana Rp 3,9 miliar untuk siswa sekolah swasta. Bantuan pendidikan itu akan diberikan kepada 5.396 siswa rata-rata dari keluarga kurang mampu.

Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, sekarang tidak ada rumusnya anak Banyuwangi putus sekolah karena kesulitan biaya, karena semua sekolah negeri maupun sekolah swasta telah dapat bantuan.

“Mereka wajib menerima anak putus sekolah yang ada di wilayahnya,” kata Anas, saat menyerahkan bantuan tersebut di Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (28/12/2016).

Sekolah swasta, sebut Anas, turut berperan penting memajukan pendidikan daerah. Pihaknya mengapresiasi peran serta sekolah swasta di bidang pendidikan daerah.

“Banyak hal yang telah dilakukan sekolah swasta untuk memajukan pendidikan di Banyuwangi. Pemkab juga akan terus mendukung penyelenggaraan pendidikan di sekolah swasta,” ujarnya.

Dia menambahkan, salah satu wujud dukungan pemkab terhadap sekolah swasta tersebut dengan menganggarkan bantuan tambahan operasional sekolah.

Bantuan yang diberikan tersebut senilai Rp3,9 miliar yang diberikan kepada 23 SMA dan 31 SMK swasta yang ada di Banyuwangi. Dana tersebut digunakan untuk tambahan operasional sekolah, khususnya bagi siswa yang kurang mampu.

Untuk siswa SMA tiap anak mendapatkan dana Rp 600.000 pertahun, sedangkan siswa SMK Rp 780.000 pertahun. Siswa SMK menerima bantuan dana lebih banyak dari siswa SMA karena di SMK ada biaya praktiknya.

Di bidang pendidikan, Banyuwangi memiliki beragam program untuk mendukung terjangkaunya pendidikan bagi segenap anak di Banyuwangi. Mulai dari program Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Siswa Asuh Sebaya, hingga Banyuwangi Belajar.

Lewat program Banyuwanhi Belajar, semua anak pemegang kartu program tersebut bisa mengakses pendidikan hingga perguruan tinggi dengan beasiswa dari Pemkab Banyuwangi.

Semua program, lanjut Anas, dijalankan untuk mendukung Gerakan Daerah Entas Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh). Sebuah gerakan yang mengentaskan anak putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan.

Selain itu, bupati dari PDI Perjuangan ini juga berharap sekolah swasta bisa berperan lebih dalam pendidikan para siswa. Tidak hanya masalah akademik, tapi sekolah juga punya kewajiban moral memberikan motivasi pada murid bersama-sama dengan orang tua untuk menyelesaikan berbagai problem anak.

“Permasalahan anak justru terjadi di antara rumah dan sekolah maka komunikasi antara orangtua dan guru menjadi kunci untuk mengatasi permasalahan anak,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Perkuat Perlindungan Anak, Pencegahan Bullying Jadi Perhatian

KEDIRI – Pemkab Kediri menegaskan pemenuhan hak anak harus diikuti perlindungan nyata dari kekerasan, diskriminasi, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...