Minggu
12 Juli 2026 | 1 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anas: Tak Ada Rumusnya Anak Putus Sekolah karena Kesulitan Biaya

pdip-jatim-azwar-anas-banyuwangi

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi mengalokasikan dana Rp 3,9 miliar untuk siswa sekolah swasta. Bantuan pendidikan itu akan diberikan kepada 5.396 siswa rata-rata dari keluarga kurang mampu.

Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, sekarang tidak ada rumusnya anak Banyuwangi putus sekolah karena kesulitan biaya, karena semua sekolah negeri maupun sekolah swasta telah dapat bantuan.

“Mereka wajib menerima anak putus sekolah yang ada di wilayahnya,” kata Anas, saat menyerahkan bantuan tersebut di Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (28/12/2016).

Sekolah swasta, sebut Anas, turut berperan penting memajukan pendidikan daerah. Pihaknya mengapresiasi peran serta sekolah swasta di bidang pendidikan daerah.

“Banyak hal yang telah dilakukan sekolah swasta untuk memajukan pendidikan di Banyuwangi. Pemkab juga akan terus mendukung penyelenggaraan pendidikan di sekolah swasta,” ujarnya.

Dia menambahkan, salah satu wujud dukungan pemkab terhadap sekolah swasta tersebut dengan menganggarkan bantuan tambahan operasional sekolah.

Bantuan yang diberikan tersebut senilai Rp3,9 miliar yang diberikan kepada 23 SMA dan 31 SMK swasta yang ada di Banyuwangi. Dana tersebut digunakan untuk tambahan operasional sekolah, khususnya bagi siswa yang kurang mampu.

Untuk siswa SMA tiap anak mendapatkan dana Rp 600.000 pertahun, sedangkan siswa SMK Rp 780.000 pertahun. Siswa SMK menerima bantuan dana lebih banyak dari siswa SMA karena di SMK ada biaya praktiknya.

Di bidang pendidikan, Banyuwangi memiliki beragam program untuk mendukung terjangkaunya pendidikan bagi segenap anak di Banyuwangi. Mulai dari program Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Siswa Asuh Sebaya, hingga Banyuwangi Belajar.

Lewat program Banyuwanhi Belajar, semua anak pemegang kartu program tersebut bisa mengakses pendidikan hingga perguruan tinggi dengan beasiswa dari Pemkab Banyuwangi.

Semua program, lanjut Anas, dijalankan untuk mendukung Gerakan Daerah Entas Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh). Sebuah gerakan yang mengentaskan anak putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan.

Selain itu, bupati dari PDI Perjuangan ini juga berharap sekolah swasta bisa berperan lebih dalam pendidikan para siswa. Tidak hanya masalah akademik, tapi sekolah juga punya kewajiban moral memberikan motivasi pada murid bersama-sama dengan orang tua untuk menyelesaikan berbagai problem anak.

“Permasalahan anak justru terjadi di antara rumah dan sekolah maka komunikasi antara orangtua dan guru menjadi kunci untuk mengatasi permasalahan anak,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

RUANG MERAH

Stop Stigma “Dua Kaki”, saatnya Bicara Solusi untuk Rakyat

Oleh Ony Setyawan* DI TENGAH derasnya dinamika politik nasional, PDI Perjuangan kembali menjadi sorotan. Salah satu ...
KABAR CABANG

Selorejo Awali Musyawarah Ranting PDIP di Kabupaten Blitar, Guntur Wahono: Jadi Contoh Konsolidasi Partai

BLITAR – Perjuangan Kabupaten Blitar memulai Musyawarah Ranting (Musran) dari Kecamatan Selorejo yang menjadi ...
KABAR CABANG

Perkuat Struktur Partai, DPC Kabupaten Pasuruan Gelar Musran di 4 Kecamatan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan secara serentak menggelar ...
KRONIK

Ribuan Umat Hindu Hadiri Piodalan, Senduro Jadi Simbol Keberagaman di Lumajang

LUMAJANG – Menjaga kerukunan tidak hanya diwujudkan melalui ajakan untuk saling menghormati, tetapi juga dengan ...
LEGISLATIF

Nila Yani Kawal Kepulangan Pekerja Migran di Gresik, Tegaskan Komitmen DPR RI Lindungi WNI

GRESIK – Kepulangan sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik disambut langsung oleh Anggota ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Minta Trotoar Dikembalikan untuk Pejalan Kaki, Bukan Area Parkir

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno minta trotoar dikembalika fungsinya sebagai ruang bagi ...