Selasa
03 November 2026 | 12 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anas: Pariwisata Bikin Banyuwangi Mendunia

pdip-jatim-azwar-anas-banyuwangi

BANYUWANGI – Perubahan besar-besaran dilakukan Banyuwangi guna meningkatkan pendapatan daerahnya. Salah satunya mengubah fokus daerahnya dari pertanian, perikanan menjadi mengedepankan pariwisata.

“Pariwisata membuat Banyuwangi dikenal, pariwisata membuat Banyuwangi mendunia. Ini harus kita akui, oleh karenanya Banyuwangi mengutamakan pariwisata dan menjadi produk unggulan kami,” tegas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, kemarin.

Diakuinya, dengan mengandalkan pariwisata membawa perubahan pada pendapatan daerah. Di mana, terjadi peningkatan dari Rp14 juta menjadi Rp45 juta income per kapita di Banyuwangi.

“Kita pilih pariwisata karena bukan sebatas mendatangkan uang dan wisatawan saja. Dari jorok jadi bersih, melalui pariwisata terkonsentrasi dengan baik dan maju, kriminalitas menurun, budaya berubah dan kami menjadi contoh setiap tahun,” ujarnya.

Sejak dilantik sebagai Bupati Banyuwangi pada tahun 2010, Anas melihat program unggulan bukan lagi pertanian, UKM, maupun perikanan. Namun lebih memfokuskan kepada pariwisata setelah pendidikan dan kesehatan.

“Ketika memutuskan untuk menjadikan pariwisata sebagai fokus utama di Banyuwangi maka perubahan yang pertama adalah persoalan komunikasi. Kita bisa lihat betapa sulitnya wisatawan mancanegara ke Indonesia. Melihat hal inilah kami ingin memanjakan wisatawan bukan hanya menikmati keindahan melainkan kemudahaan berkomunikasi,” paparnya.

Kemudahan berkomunikasi bagi wisatawan terus dilakukan. Bahkan selama berada di Banyuwangi, tegas Anas, wisatawan tak perlu khawatir dengan persoalan komunikasi.

Pasalnya, sebanyak 1.400 wifi telah dipasangnya di sejumlah titik lokasi. Seperti tempat wisata, rumah sakit, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pelayanan umum hingga ke tingkat keamanan sekaligus.

“Cara ini tentu sangat memudahkan bagi pelayanan, sehingga wisatawan akan merasa nyaman dalam berwisata terlebih kami menyadari bahwa komunikasi adalah menjadi salah satu kenyamanan wisatawan saat berwisata,” urainya.

Sejak pemasangan wifi dilakukan sejak 2012, termasuk tempat makam pahlawan maka pihaknya juga memberikan ruang publik. Sehingga dalam waktu 24 jam wisatawan bisa menggunakan wifi tanpa batas.

“Ada 189 desa, 28 kelurahan semua tersebar. Semua wifi diutamakan di public wisata. Banyuwangi sudah menjadi contoh buat seluruh wilayah nasional. Semua termonitor dengan menggunakan gadget. Dengan hal ini maka pembangunan tidak dilakukan sembarangan,” tambah dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...