Jumat
28 Agustus 2026 | 9 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anas: Pariwisata Bikin Banyuwangi Mendunia

pdip-jatim-azwar-anas-banyuwangi

BANYUWANGI – Perubahan besar-besaran dilakukan Banyuwangi guna meningkatkan pendapatan daerahnya. Salah satunya mengubah fokus daerahnya dari pertanian, perikanan menjadi mengedepankan pariwisata.

“Pariwisata membuat Banyuwangi dikenal, pariwisata membuat Banyuwangi mendunia. Ini harus kita akui, oleh karenanya Banyuwangi mengutamakan pariwisata dan menjadi produk unggulan kami,” tegas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, kemarin.

Diakuinya, dengan mengandalkan pariwisata membawa perubahan pada pendapatan daerah. Di mana, terjadi peningkatan dari Rp14 juta menjadi Rp45 juta income per kapita di Banyuwangi.

“Kita pilih pariwisata karena bukan sebatas mendatangkan uang dan wisatawan saja. Dari jorok jadi bersih, melalui pariwisata terkonsentrasi dengan baik dan maju, kriminalitas menurun, budaya berubah dan kami menjadi contoh setiap tahun,” ujarnya.

Sejak dilantik sebagai Bupati Banyuwangi pada tahun 2010, Anas melihat program unggulan bukan lagi pertanian, UKM, maupun perikanan. Namun lebih memfokuskan kepada pariwisata setelah pendidikan dan kesehatan.

“Ketika memutuskan untuk menjadikan pariwisata sebagai fokus utama di Banyuwangi maka perubahan yang pertama adalah persoalan komunikasi. Kita bisa lihat betapa sulitnya wisatawan mancanegara ke Indonesia. Melihat hal inilah kami ingin memanjakan wisatawan bukan hanya menikmati keindahan melainkan kemudahaan berkomunikasi,” paparnya.

Kemudahan berkomunikasi bagi wisatawan terus dilakukan. Bahkan selama berada di Banyuwangi, tegas Anas, wisatawan tak perlu khawatir dengan persoalan komunikasi.

Pasalnya, sebanyak 1.400 wifi telah dipasangnya di sejumlah titik lokasi. Seperti tempat wisata, rumah sakit, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pelayanan umum hingga ke tingkat keamanan sekaligus.

“Cara ini tentu sangat memudahkan bagi pelayanan, sehingga wisatawan akan merasa nyaman dalam berwisata terlebih kami menyadari bahwa komunikasi adalah menjadi salah satu kenyamanan wisatawan saat berwisata,” urainya.

Sejak pemasangan wifi dilakukan sejak 2012, termasuk tempat makam pahlawan maka pihaknya juga memberikan ruang publik. Sehingga dalam waktu 24 jam wisatawan bisa menggunakan wifi tanpa batas.

“Ada 189 desa, 28 kelurahan semua tersebar. Semua wifi diutamakan di public wisata. Banyuwangi sudah menjadi contoh buat seluruh wilayah nasional. Semua termonitor dengan menggunakan gadget. Dengan hal ini maka pembangunan tidak dilakukan sembarangan,” tambah dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...