Anas Karno meminta kelurahan dan kecamatan aktif mengawal penataan lapak hewan kurban agar ekonomi warga tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban Kota Surabaya.
SURABAYA — Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, minta jajaran aparatur kelurahan dan kecamatan proaktif dan responsif dalam mengawal penataan lapak penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.
Menurut Anas, aparat wilayah tidak boleh hanya bekerja di balik meja, tetapi harus hadir langsung di lapangan untuk memastikan aktivitas ekonomi warga tetap berjalan tanpa mengabaikan ketertiban kota.
Hal tersebut dia sampaikan saat meninjau lapak penjualan hewan kurban milik Pak Gani di kawasan Jalan Nginden Semolo, Surabaya, Kamis (21/5/2026).
“Keberadaan lapak ini sangat membantu ekonomi masyarakat kecil. Oleh karena itu, kelurahan harus hadir memberikan atensi penuh, bukan hanya soal izin lokasi,” tegas Anas.
Dalam kunjungan tersebut, Anas berdialog langsung dengan para pedagang untuk mendengar kondisi ekonomi yang mereka hadapi menjelang Idul Adha.
Pak Gani, pedagang hewan kurban yang telah berjualan selama 30 tahun, mengaku penjualan tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan. “Tahun ini penjualan menurun karena faktor ekonomi, saat ini baru laku sekitar 60-an ekor. Pembeli yang datang mayoritas pelanggan lama sejak saya masih jualan di Baratajaya dulu,” ujarnya.
Ia juga menyebut kondisi lokasi baru penjualan tahun ini relatif lebih sepi mendekati hari raya.
Anas menilai kepatuhan pedagang seperti Pak Gani perlu diimbangi dengan pendampingan intensif dari pemerintah wilayah. Ia minta lurah dan camat turun langsung memetakan kondisi lapangan guna mencegah munculnya potensi polemik sosial maupun gangguan fasilitas umum.
Menurut Anas, keberadaan lapak hewan kurban harus tetap memperhatikan aspek keamanan, fungsi fasilitas publik, hingga pengelolaan limbah.
Beberapa poin yang disoroti antara lain: memastikan lapak tidak menggunakan badan jalan, tidak mengganggu saluran air, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan keamanan pedagang dan pembeli.
“Pedagang kecil harus kita dukung agar tetap berdaya, namun aturan hukum dan estetika Kota Surabaya juga wajib kita jaga bersama secara disiplin,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Anas juga mengapresiasi langkah mandiri para pedagang yang berupaya menjaga kenyamanan lingkungan sekitar lapak.
Pak Gani diketahui rutin menutup kotoran hewan menggunakan sisa pakan untuk mengurangi bau serta meminta izin kepada warga sekitar sebelum membuka lapak.
Menurut Anas, pola komunikasi dan kepedulian seperti itu penting untuk menjaga hubungan baik antara pedagang dan masyarakat sekitar.
Politisi PDI Perjuangan ini optimistis, melalui sinergi antara pemerintah wilayah dan para pedagang, pelaksanaan Idul Adha di Surabaya dapat berjalan tertib, aman, dan tetap mendukung ekonomi warga kecil. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










