SURABAYA – Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno mengajak warga Surabaya untuk memborong setiap takjil dan dagangan yang dijual di Bazar Ramadan seluruh kampung Surabaya. Selain enak, takjil di kampung-kampung diolah dari tangan asli warga.
“Sehat dan lezat. Apalagi harganya juga terjangkau. Ayo kita ramai-ramai beli di Bazar Ramadan agar ekonomi kita semua bergerak bersama,” ajak Anas di Surabaya, Jumat (31/3/2023).
Anggota Fraksi PDIP DPRD Surabaya ini bersama anggota DPRD yang lain juga pimpinan menghadiri pembukaan Bazar Kampung Ramadan di Pulo Wonokromo, Surabaya. Bazar ini kolaborasi LPMK dan 8 Ketua RW se-Kelurahan Wonokromo.
Berbagai produk UMKM dijajakan di Bazar Kampung Ramadan warga itu, mulai dari produk makanan dan minuman, sampai produk kerajinan. Anas pun tergoda membeli produk tas dan memborong telur asin produk UMKM.
“Silakan masyarakat datang dan belanja produk UMKM di bazar-bazar Ramadan yang banyak digelar di kampung-kampung. Supaya UMKM tumbuh dan perekonomian Kota Surabaya terus bergerak,” tandas Anas.
Legislator yang juga Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya tersebut mengapresiasi kegiatan Bazar Kampung Ramadan tersebut. Kegiatan ini merupakan etalase bagi produk-produk UMKM lokal agar bisa diakses oleh pasar.
Dia yakin jika produk-produk kerajinan UMKM Surabaya mampu bersaing di pasar, seiring dengan desain dan kualitasnya yang bagus. Sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk membeli.
“Tadi sudah saya buktikan sendiri dengan membeli berbagai produk mulai dari tas rajut hingga olahan telur asin. Dan semuanya sangat bagus dan memuaskan,” kata Anas yang hadir mewakili Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono.
Anas berharap agar pelaku UMKM selalu kreatif dan inovatif. Supaya produknya lebih menarik, sehingga banyak diminati oleh pasar atau konsumen.
Apalagi, Pemkot Surabaya sudah memberikan wadah tinggal UMKM nya harus bisa berinovasi dan berkreasi.
Selain itu, imbuh Anas, UMKM juga harus bisa memaksimalkan fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh pemerintah agar bisa semakin dikenal oleh pasar maupun konsumen, termasuk aktivitas digital pelaku UMKM.
“Harus bisa memaksimalkan kesempatan dengan berbagi kreativitas dan media penjualan apa pun, termasuk penjualan digital sehingga UMKM nantinya bisa memiliki nilai daya saing dan bisa naik kelas,” ujarnya. (dhani/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










