Selasa
21 Juli 2026 | 4 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anak Tidak Sekolah di Jember Masih Tinggi, Ipung Minta Pemerintah Jemput Bola

pdip-jatim-240604-edi-cahyo--jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo menyayangkan kondisi tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Jember.

Dia menyebut, jika masih ada anak-anak yang tidak bisa bersekolah atau tidak bisa menikmati pendidikan di sekolah, ada kemungkinan karena dua faktor. Pertama faktor keluarga dan kedua dari pemerintah daerah.

Menurutnya, faktor keluarga sangat dominan memengaruhi tingkat partisipasi anak bersekolah. Misal anak-anak yang sudah terbiasa membantu orang tuanya di kebun.

“Jadi, bukan keluarga tidak mampu, tapi memang karena budaya yang dibangun orang tua,” jelas Ipung, sapaan akrab Edi Cahyo, dilansir dari radarjember, Senin (3/6/2024).

Dia meyakini, kondisi tersebut banyak terjadi di Kabupaten Jember. Meski sudah digalakkan program wajib belajar 12 tahun, dan sekolah yang sudah lama digratiskan, namun tak cukup mampu menaikkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya.

“Program beasiswa untuk anak-anak sekolah sampai ke perguruan tinggi juga ada. Tapi, kembali ke minat anak dan dukungan keluarganya,” imbuhnya.

Namun demikian, lanjut Ipung, faktor keluarga tak bisa disalahkan sepenuhnya. Sebab, di sisi lain, budaya keluarga yang tidak menyekolahkan anaknya juga merupakan dampak dari lemahnya upaya pemerintah dalam menyosialisasikan program wajib belajar kepada masyarakat.

Oleh karena itu, Ipung menyarankan pemerintah daerah setempat tidak hanya terfokus pada program rutinitas. Namun, menjangkau pada problem-problem yang selama ini menyelimuti wajah pendidikan Jember. Termasuk soal ATS tersebut.

“Jangan hanya menunggu bola. Tetapi, ya harus menjemput bola, sehingga tahu masalahnya seperti ini dan langkah yang harus dilakukan seperti ini. Jadi, semuanya perlu kehadiran pemerintah,” jelas pria yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Jember itu.

Ipung dalam beberapa kali kesempatan bertemu dengan Dinas Pendidikan Jember, terakhir sempat membahas perihal program-program pemerintah di bidang pendidikan. Namun, belum menyentuh soal ATS tersebut.

“Karenanya segera, nanti kita bertemu dengan Diknas, akan kami pertanyakan. Karena, cukup disayangkan juga jika Jember cukup besar ATS-nya,” tutupnya. (rio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA Rp154,7 Miliar, Minta Pemkot Madiun Benahi Perencanaan Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menerima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dengan catatan strategis, ...
HEADLINE

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya ...