Rabu
23 September 2026 | 10 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anak Tidak Sekolah di Jember Masih Tinggi, Ipung Minta Pemerintah Jemput Bola

pdip-jatim-240604-edi-cahyo--jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo menyayangkan kondisi tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Jember.

Dia menyebut, jika masih ada anak-anak yang tidak bisa bersekolah atau tidak bisa menikmati pendidikan di sekolah, ada kemungkinan karena dua faktor. Pertama faktor keluarga dan kedua dari pemerintah daerah.

Menurutnya, faktor keluarga sangat dominan memengaruhi tingkat partisipasi anak bersekolah. Misal anak-anak yang sudah terbiasa membantu orang tuanya di kebun.

“Jadi, bukan keluarga tidak mampu, tapi memang karena budaya yang dibangun orang tua,” jelas Ipung, sapaan akrab Edi Cahyo, dilansir dari radarjember, Senin (3/6/2024).

Dia meyakini, kondisi tersebut banyak terjadi di Kabupaten Jember. Meski sudah digalakkan program wajib belajar 12 tahun, dan sekolah yang sudah lama digratiskan, namun tak cukup mampu menaikkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya.

“Program beasiswa untuk anak-anak sekolah sampai ke perguruan tinggi juga ada. Tapi, kembali ke minat anak dan dukungan keluarganya,” imbuhnya.

Namun demikian, lanjut Ipung, faktor keluarga tak bisa disalahkan sepenuhnya. Sebab, di sisi lain, budaya keluarga yang tidak menyekolahkan anaknya juga merupakan dampak dari lemahnya upaya pemerintah dalam menyosialisasikan program wajib belajar kepada masyarakat.

Oleh karena itu, Ipung menyarankan pemerintah daerah setempat tidak hanya terfokus pada program rutinitas. Namun, menjangkau pada problem-problem yang selama ini menyelimuti wajah pendidikan Jember. Termasuk soal ATS tersebut.

“Jangan hanya menunggu bola. Tetapi, ya harus menjemput bola, sehingga tahu masalahnya seperti ini dan langkah yang harus dilakukan seperti ini. Jadi, semuanya perlu kehadiran pemerintah,” jelas pria yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Jember itu.

Ipung dalam beberapa kali kesempatan bertemu dengan Dinas Pendidikan Jember, terakhir sempat membahas perihal program-program pemerintah di bidang pendidikan. Namun, belum menyentuh soal ATS tersebut.

“Karenanya segera, nanti kita bertemu dengan Diknas, akan kami pertanyakan. Karena, cukup disayangkan juga jika Jember cukup besar ATS-nya,” tutupnya. (rio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Wahono Targetkan 3–5 Sekolah Tiap Wilayah Dapil 7 Miliki Marching Band

Guntur Wahono menargetkan setiap wilayah di Dapil 7 Jatim memiliki 3–5 sekolah dengan fasilitas marching band dan ...
SEMENTARA ITU...

Doding Dorong Wisata Alam Pegunungan Trenggalek Dipadu Kuliner

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pengembangan wisata alam pegunungan yang dipadukan kuliner untuk ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia Usai Banjir Bandang Solok

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat antisipasi ...
EKSEKUTIF

Eri Buka Keringanan Sanksi bagi Pembongkar Jaringan Pungli di Pemkot Surabaya

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka peluang keringanan sanksi bagi pegawai yang terlibat pungutan ...
KRONIK

Cegah Stunting, Mbak Nia Dorong Keluarga Perkuat Gizi dan Pendampingan Anak

SUMENEP – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengajak masyarakat memperkuat upaya ...
LEGISLATIF

Sri Untari Bawa Aspirasi Guru Olahraga ke Raperda Keolahragaan dan Kepemudaan

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno memastikan berbagai aspirasi guru olahraga akan dibawa ...